Metode penilaian Webometrics berubah seiring perkembangan web dan data ilmiah. Memahami sejarah indikator, bobot, sumber data, serta periode pengukurannya membantu perguruan tinggi menyusun strategi yang lebih tepat untuk memperluas exposure internasional dan meningkatkan keterlihatan karya akademik.
WEBOMETRICS • SEJARAH METODE • STRATEGI PERGURUAN TINGGI
Memahami perubahan ukuran sebelum menentukan strategi
Kampus dapat bekerja keras memperbanyak publikasi di website, merapikan profil peneliti, dan membangun kemitraan. Namun, hasil pemeringkatannya tetap perlu dibaca bersama aturan pada edisi yang sedang dinilai. Ukuran yang digunakan pada masa lalu belum tentu mempunyai peran yang sama hari ini.
Tinjauan sampai edisi Juli 2026. Sumber diperiksa pada .
Sejarah Webometrics menunjukkan pergeseran penekanan: dari besarnya jejak akademik di web menuju perpaduan keterlihatan web, dampak publikasi ilmiah, dan ketepatan identitas institusi dalam basis data. Perubahannya mencakup indikator yang dihentikan, bobot yang disesuaikan, pergantian penyedia data, serta bergesernya rentang tahun penelitian.
Karena itu, strategi perguruan tinggi perlu menjawab dua pertanyaan sekaligus: apa yang benar-benar diukur pada edisi tersebut, dan perbaikan apa yang bermanfaat bagi masyarakat akademik? Keduanya membantu kampus menghubungkan upaya pemeringkatan dengan tujuan yang lebih luas, yaitu agar pengetahuan dan kontribusinya mudah ditemukan, digunakan, serta diakui.
Awal lahirnya Webometrics: membuka pengetahuan kampus kepada dunia
Ranking Web of Universities mulai diterbitkan pada 2004. Pengembangnya adalah Cybermetrics Lab, kelompok riset yang saat itu berada dalam lingkungan Consejo Superior de Investigaciones Científicas atau CSIC di Spanyol. Web dipandang sebagai sarana agar aktivitas dan hasil kerja perguruan tinggi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam penjelasan metodologi historis pengembang, tujuan awalnya mencakup penguatan kehadiran akademik di web dan dukungan terhadap akses terbuka. Website berperan sebagai tempat menyebarluaskan karya ilmiah, bahan pembelajaran, layanan, dan kontribusi kampus kepada masyarakat.
Gagasan ini perlu dibedakan dari sekadar membuat tampilan website menarik. Karya akademik yang baik tetapi sulit ditemukan akan lebih sulit dijangkau calon mahasiswa, peneliti, mitra, atau pengguna dari negara lain. Di sinilah pengelolaan web terhubung dengan exposure internasional.
Mengenal indikator: nama yang sama dapat mempunyai makna berbeda
Sebelum membaca tahun dan persentase, pahami terlebih dahulu istilah dasarnya. Tabel berikut merangkum penggunaan historis istilah, sehingga setiap istilah tetap perlu dicocokkan dengan definisi pada edisinya.
Apa arti rank pada setiap kolom?
Rank berarti urutan posisi perguruan tinggi dalam kelompok yang dibandingkan. Nomor lebih kecil menunjukkan posisi yang lebih tinggi. World Rank membandingkan posisi secara global, sedangkan peringkat negara atau kawasan menggunakan lingkup pembanding yang lebih terbatas. Nama kolom dapat berbeda menurut edisi atau penyajian data.
- Peringkat keseluruhan: posisi setelah indikator digabungkan menurut prosedur edisi tersebut.
- Visibility Rank: posisi pada indikator keterlihatan melalui tautan dari jaringan eksternal.
- Transparency / Openness Rank: posisi pada indikator sitasi menurut sumber serta aturan yang berlaku pada edisinya.
- Excellence Rank: posisi berdasarkan keluaran ilmiah dengan sitasi tinggi sesuai cakupan bidang dan periode penilaian.
- Presence Rank pada edisi lama: posisi berdasarkan ukuran halaman web; indikator ini kemudian dihentikan.
Nomor rank berbeda dari nilai metrik. Misalnya, urutan Visibility ke-500 tidak berarti kampus memiliki 500 backlink. Bobot 50% juga bukan berarti nomor peringkat suatu kolom dapat langsung dikalikan 50% untuk mendapatkan peringkat akhir.
Pada ponsel, geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Istilah | Penjelasan sederhana | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Size / Presence | Ukuran besarnya konten atau halaman pada domain web institusi menurut sumber pengukuran. | Pernah menjadi indikator tersendiri. Presence kemudian dihentikan. |
| Rich Files | Dokumen dalam format seperti PDF atau berkas presentasi yang mencerminkan aktivitas akademik. | Bagian dari model lama; jangan langsung dipakai sebagai rumus penilaian masa kini. |
| Visibility / Impact | Keterlihatan melalui tautan dari luar menuju web institusi. | Periksa apakah unitnya tautan, domain, atau jaringan sumber tautan. |
| Openness / Transparency | Nama indikator yang pernah dipakai untuk ukuran dokumen maupun sitasi akademik. | Makna operasionalnya berubah. Nama Openness tidak otomatis berarti persentase publikasi open access. |
| Excellence / Scholar | Pada fase yang lebih baru, ukuran keluaran ilmiah yang masuk kelompok artikel dengan sitasi tinggi. | Definisi Scholar pada model awal tidak boleh dianggap sama dengan Excellence pada semua edisi berikutnya. |
Perjalanan metode penilaian dari masa ke masa
1. Fase awal: ukuran web, dokumen, dan keterlihatan
Publikasi Comparing University Rankings oleh Aguillo dan rekan-rekan (2009) menjelaskan empat komponen: ukuran web, dokumen kaya informasi, materi yang terindeks di Google Scholar, dan keterlihatan tautan. Model yang dicantumkan pada publikasi tersebut memberi bobot 20% untuk Web Size, 15% untuk Rich Files, 15% untuk Google Scholar, dan 50% untuk Visibility.
Penjelasan Aguillo pada University Rankings: The Web Ranking (2012) juga menunjukkan keseimbangan antara aktivitas atau kehadiran web dan dampaknya. Dengan pendekatan itu, keberadaan bahan akademik dan pengakuan dari luar sama-sama menjadi perhatian.
Pelajaran strategis: sejak awal, kampus perlu memikirkan isi yang dipublikasikan sekaligus cara pihak lain menemukannya. Repositori yang rapi, bahan ajar yang jelas, dan halaman riset yang mudah dirujuk mempunyai fungsi komunikasi akademik yang nyata.
2. Fase pertengahan 2010-an: Activity, Impact, dan perubahan istilah
Dalam riwayat berikutnya, pembahasan menggunakan kelompok Activity dan Impact, serta istilah Presence, Openness, dan Excellence. Pergeseran istilah ini memperlihatkan bahwa komponen web dan komponen ilmiah terus disusun ulang.
3. Tahun 2017–2020: bobot Presence menurun, Excellence bertambah
Menurut kompilasi per edisi Mahidol, Januari 2017 menggunakan Presence 10%, Visibility 50%, Transparency 10%, dan Excellence 30%. Pada Juli 2017, Presence turun menjadi 5%, sementara Excellence naik menjadi 35%. Susunan bobot itu masih terlihat sampai Juli 2020.
Perubahan ini mengurangi kontribusi langsung jumlah halaman dan memperbesar penekanan pada keluaran ilmiah yang berdampak. Namun, bobot bukan satu-satunya hal yang berubah. Sumber penghitungan halaman, cara menggabungkan data tautan, dan periode publikasi juga perlu diperiksa.
Pelajaran strategis: ukuran keberhasilan tim web tidak cukup berhenti pada banyaknya halaman baru. Perguruan tinggi perlu menghubungkan pengelolaan konten dengan keterlihatan karya dan hasil penelitian yang dapat dipakai orang lain.
4. Mulai Januari 2021: Presence dihentikan
Dalam riwayat yang ditinjau, Januari 2021 menandai penghentian Presence. Komposisi menjadi Visibility 50%, Transparency atau Openness 10%, dan Excellence 40%. Pola bobot tiga indikator ini berlanjut pada edisi-edisi berikutnya yang dibahas.
Penghentian Presence tidak menghilangkan manfaat website. Konten tetap menjadi tempat pengguna menemukan karya, memahami layanan, dan memperoleh sumber rujukan. Yang berubah adalah posisi jumlah halaman sebagai komponen penilaian tersendiri.
Karena itu, target mengunggah ribuan halaman perlu ditinjau dari nilai informasinya. Halaman yang berulang atau tidak membantu pembaca belum tentu memperluas pengakuan terhadap kampus.
Ringkasan perubahan bobot sejak 2017
| Edisi / periode | Presence | Visibility | Transparency / Openness | Excellence |
|---|---|---|---|---|
| Januari 2017 | 10% | 50% | 10% | 30% |
| Juli 2017–Juli 2020 | 5% | 50% | 10% | 35% |
| Januari 2021–Juli 2025 | Dihentikan | 50% | 10% | 40% |
| Januari 2026 | Dihentikan | 50% | 10% | 40% |
| Juli 2026 | Dihentikan | 50% | 10% | 40% |
Sumber rincian bobot: kompilasi Mahidol sampai Januari 2026 dan pembaruan Mahidol yang mencakup Juli 2026. Kesamaan persentase tidak berarti definisi, sumber data, dan perhitungannya selalu sama.
5. Perubahan di balik bobot 10%: sampel profil Google Scholar
Pada fase penggunaan Google Scholar, kontribusi Transparency ditentukan melalui sitasi profil peneliti dengan aturan pemilihan dan pengecualian tertentu. Kompilasi Mahidol memperlihatkan perubahan berikut.
| Edisi | Profil teratas yang disebut dalam aturan | Jumlah profil yang dikecualikan |
|---|---|---|
| Juli 2019 | 100 | 10 |
| Januari 2020 | 110 | 10 |
| Juli 2020–Juli 2022 | 210 | 20 |
| Januari 2023 | 310 | 30 |
| Juli 2023–Juli 2025 | 310 | 20 |
Angka tersebut adalah catatan metode historis, bukan anjuran membuat profil tambahan. Profil harus merepresentasikan peneliti dan karya yang benar. Perubahan sampel saja sudah dapat memengaruhi angka yang masuk ke indikator, meskipun bobotnya tetap 10%.
6. Pengolahan Visibility berubah lebih dari sekali
Juli 2019–Juli 2020 sudah menyebut penggunaan rata-rata setelah normalisasi Majestic dan Ahrefs. Catatan Januari 2021–Juli 2022 kembali menyebut nilai maksimum, lalu Januari 2023–Januari 2024 menyebut rata-rata. Sejak Juli 2024, kompilasi hanya mencantumkan Majestic, tetapi masih memuat istilah rata-rata tanpa merinci komponen pembentuknya.
Normalisasi merupakan pengolahan agar data dapat digabungkan pada skala yang sesuai. Perubahan sumber atau pengolahan berarti angka antaredisi tidak selalu langsung sebanding. Dengan demikian, penurunan posisi perlu diperiksa penyebabnya sebelum dinyatakan sebagai kegagalan pekerjaan suatu unit.
Jejak perubahan Visibility: bobot yang sama, pengolahan berbeda
Visibility tetap 50% pada edisi 2017–2026 yang dibahas, tetapi sumber dan cara mengolahnya berubah. Tabel ini membantu menemukan fasenya; uraian lengkap setiap edisi tersedia setelah tabel.
| Periode | Sumber yang dicantumkan | Pengolahan yang tertulis | Catatan pembacaan |
|---|---|---|---|
| Januari 2017–Januari 2019 | Majestic dan Ahrefs | Nilai maksimum sesudah normalisasi. | Definisi menyebut jaringan eksternal sumber tautan. |
| Juli 2019–Juli 2020 | Majestic dan Ahrefs | Nilai rata-rata dengan normalisasi. | Bobot tetap 50%, tetapi aturan gabung berubah. |
| Januari 2021–Juli 2022 | Majestic dan Ahrefs | Nilai maksimum sesudah normalisasi. | Presence dihentikan, sementara bobot Visibility tetap 50%. |
| Januari 2023–Januari 2024 | Majestic dan Ahrefs | Nilai rata-rata dengan normalisasi. | Sumber secara eksplisit menyebut jaringan atau subnet. |
| Juli 2024–Juli 2025 | Majestic saja yang dicantumkan | Teks masih menyebut rata-rata yang dinormalisasi. | Komponen yang dirata-ratakan tidak dirinci dalam kompilasi. |
| Januari dan Juli 2026 | Majestic | Prosedur maksimum/rata-rata tidak dijabarkan pada ringkasan edisi. | Tautan dari subnet eksternal menuju domain utama; waktu pengambilan dicantumkan. |
Contoh untuk memahami penggabungan: jika dua nilai yang sudah dinormalisasi adalah 80 dan 40, nilai maksimum adalah 80, sedangkan rata-ratanya 60. Ini hanya ilustrasi matematika; angka tersebut bukan hasil kampus atau simulasi formula lengkap Webometrics. Contoh ini menjelaskan mengapa aturan gabung dapat mengubah hasil walaupun data sumber tidak berubah.
Riwayat terperinci metode Webometrics per edisi
Bagian ini mempertahankan rincian yang diperlukan untuk membaca suatu edisi secara mandiri: definisi indikator, bobot, penyedia data, cara pengolahan, sampel peneliti, dan periode karya. Januari dan Juli ditulis terpisah karena perubahan dapat terjadi di tengah tahun.
Cara membaca sumber: angka dan deskripsi historis mengikuti kompilasi Mahidol. Keterangan yang tidak tersedia ditandai secara terbuka. “Perubahan yang tercatat” menunjukkan perbedaan dalam sumber, sedangkan “Implikasi bagi kampus” adalah analisis MSP. Rilis primer diprioritaskan apabila tersedia atau terdapat perbedaan.
2015–2016: membaca catatan Activity dan Impact secara hati-hati
Bagian berlabel Juli 2016 dalam kompilasi Mahidol
Dalam bagian yang dikelompokkan sebagai 2015–2016, kompilasi memberi label Juli 2016 pada model Activity dan Visibility. Rinciannya tetap disajikan di sini sebagai catatan isi arsip, dengan batas penafsiran yang perlu diperhatikan.
- Activity — 50% dari keseluruhan
Kelompok ini memuat Presence, Openness, dan Excellence. Masing-masing disebut menyumbang sepertiga dari kelompok Activity. Jika struktur itu diterapkan secara matematis, bagiannya sekitar 16,67% dari keseluruhan untuk setiap subkomponen, bukan 33,33% dari keseluruhan.
- Presence — sepertiga Activity dalam catatan arsip
Menggambarkan volume konten pada domain universitas yang terindeks Google, termasuk halaman statis, dinamis, dan beragam format yang dikenali mesin pencari.
- Openness — sepertiga Activity dalam catatan arsip
Berhubungan dengan dokumen akademik pada repositori atau situs khusus yang terdeteksi Google Scholar. Sumber menyebut format PDF, DOC, DOCX, dan PPT, serta memperhatikan kesesuaian penamaan atau ekstensi berkas. Periode yang tertulis adalah 2008–2012.
- Excellence — sepertiga Activity dalam catatan arsip
Menggambarkan keluaran ilmiah yang masuk kelompok 10% artikel paling banyak disitasi menurut bidang. Penyedia yang disebut adalah Scimago. Catatan ini menyebut periode 2003–2010 dan ketersediaan nilai bukan nol untuk lebih dari 5.200 universitas.
- Visibility / Impact — 50% dari keseluruhan
Dijelaskan sebagai tautan masuk dari pihak luar menuju domain universitas. Sumber menyebut Majestic dan Ahrefs. Uraian bagian ini tidak merinci aturan maksimum atau rata-rata seperti pada sejumlah edisi yang lebih baru.
Implikasi bagi kampus: strategi repositori dan publikasi dokumen memiliki akar dalam model lama. Nilai historisnya perlu dipahami, tetapi formula itu tidak boleh langsung dibawa ke edisi yang sudah memakai sitasi institusi.
Rujukan: kompilasi Mahidol, bagian berlabel Juli 2016 dan catatan metodologi historis pengembang.
2017: Perubahan bobot Presence dan Excellence
Metode Webometrics Januari 2017
Empat indikator menjadi dasar pembacaan edisi Januari 2017: Presence, Visibility, Transparency, dan Excellence. Catatan ini memberi titik awal perbandingan terperinci karena setiap bobotnya dinyatakan secara eksplisit.
- Presence — 10%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google. Cakupan yang dijelaskan meliputi berbagai jenis berkas, termasuk dokumen seperti PDF.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi peneliti teratas menurut Google Scholar. Kompilasi untuk edisi ini tidak merinci jumlah profil yang dipilih dan jumlah profil yang dikecualikan. Angka dari edisi yang lebih baru tidak boleh dipakai untuk mengisi kekosongan tersebut.
- Excellence / Scholar — 30%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2010–2014. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Presence masih 10% dan Excellence 30%. Angka ini perlu dibedakan dari susunan 5% dan 35% pada edisi Juli 2017.
Implikasi bagi kampus: Penataan halaman akademik, sumber tautan eksternal, profil peneliti, dan keluaran riset perlu dikelola sebagai empat pekerjaan yang saling melengkapi.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2017. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2017
Edisi Juli 2017 memperkecil bobot Presence dan memperbesar bobot Excellence. Porsi Visibility tetap 50%, sehingga penurunan bobot jumlah halaman tidak menghapus pentingnya keterlihatan web kampus.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google. Cakupan yang dijelaskan meliputi berbagai jenis berkas, termasuk dokumen seperti PDF.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi peneliti teratas menurut Google Scholar. Kompilasi untuk edisi ini tidak merinci jumlah profil yang dipilih dan jumlah profil yang dikecualikan. Angka dari edisi yang lebih baru tidak boleh dipakai untuk mengisi kekosongan tersebut.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2011–2015. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Presence turun dari 10% menjadi 5%; Excellence naik dari 30% menjadi 35%. Periode karya Excellence bergeser dari 2010–2014 menjadi 2011–2015.
Implikasi bagi kampus: Evaluasi tim web perlu dihubungkan dengan pemanfaatan karya ilmiah. Penambahan halaman tetap dapat bermanfaat, tetapi pengaruh langsung indikator jumlah halaman berkurang.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2017. Kembali ke pilihan tahun.
2018: Bobot tetap, periode penelitian bergerak
Metode Webometrics Januari 2018
Catatan Januari 2018 mempertahankan susunan bobot Juli 2017. Sumber Visibility masih Majestic dan Ahrefs, dengan nilai maksimum dipilih sesudah normalisasi.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google. Cakupan yang dijelaskan meliputi berbagai jenis berkas, termasuk dokumen seperti PDF.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi peneliti teratas menurut Google Scholar. Kompilasi untuk edisi ini tidak merinci jumlah profil yang dipilih dan jumlah profil yang dikecualikan. Angka dari edisi yang lebih baru tidak boleh dipakai untuk mengisi kekosongan tersebut.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2011–2015. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Ringkasan sumber tidak menunjukkan perubahan bobot maupun periode Excellence dibanding Juli 2017. Hal ini tidak berarti angka mentah atau posisi universitas otomatis tetap.
Implikasi bagi kampus: Bandingkan hasil pada tingkat indikator. Perubahan peringkat di tengah metode yang tampak sama tetap perlu ditelusuri melalui perkembangan data, akses website, dan kinerja kampus pembanding.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2018. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2018
Pada Juli 2018, susunan empat indikator tetap digunakan. Perubahan yang terlihat dalam catatan sumber adalah bergesernya jendela karya untuk Excellence.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google. Cakupan yang dijelaskan meliputi berbagai jenis berkas, termasuk dokumen seperti PDF.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi peneliti teratas menurut Google Scholar. Kompilasi untuk edisi ini tidak merinci jumlah profil yang dipilih dan jumlah profil yang dikecualikan. Angka dari edisi yang lebih baru tidak boleh dipakai untuk mengisi kekosongan tersebut.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2012–2016. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Excellence beralih dari karya periode 2011–2015 ke 2012–2016. Visibility tetap memakai nilai maksimum dari dua sumber yang telah dinormalisasi.
Implikasi bagi kampus: Laporan penelitian perlu mencatat tahun karya yang masuk dan keluar dari penilaian. Kegiatan publikasi pada bulan penerbitan ranking tidak langsung menjelaskan seluruh perubahan indikator.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2018. Kembali ke pilihan tahun.
2019: Visibility dari maksimum ke rata-rata
Metode Webometrics Januari 2019
Januari 2019 masih mencatat Visibility dengan aturan nilai maksimum sesudah normalisasi Majestic dan Ahrefs. Presence dalam edisi ini merujuk penghitungan halaman melalui Google.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google. Cakupan yang dijelaskan meliputi berbagai jenis berkas, termasuk dokumen seperti PDF.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi peneliti teratas menurut Google Scholar. Kompilasi untuk edisi ini tidak merinci jumlah profil yang dipilih dan jumlah profil yang dikecualikan. Angka dari edisi yang lebih baru tidak boleh dipakai untuk mengisi kekosongan tersebut.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2012–2016. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Bobot dan periode Excellence masih mengikuti Juli 2018. Catatan ini penting sebagai pembanding karena sumber Presence dan pengolahan Visibility berubah pada Juli 2019.
Implikasi bagi kampus: Simpan definisi alat dan metode bersama data. Deret waktu akan sulit dibaca apabila pergantian sumber pengukuran diperlakukan seolah-olah seluruh nilainya langsung sebanding.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2019. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2019
Juli 2019 merupakan salah satu titik perubahan Visibility yang mudah terlewat jika sejarah hanya dilihat dari bobot. Dalam kompilasi, rata-rata menggantikan pemilihan nilai maksimum setelah normalisasi.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Ahrefs.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 100 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 10 profil pencilan dikecualikan sebagaimana tertulis dalam kompilasi. Angka tersebut merupakan aturan sampel historis, bukan target membuat 100 profil baru.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2013–2017. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Presence mencantumkan Ahrefs, bukan Google seperti Januari 2019. Visibility memakai rata-rata; Transparency menyebut sampel 100 peneliti; periode Excellence menjadi 2013–2017.
Implikasi bagi kampus: Saat menjelaskan pergeseran hasil, pisahkan perubahan kinerja dari perubahan cara pengukuran. Penurunan angka gabungan tidak otomatis berarti kampus kehilangan sumber tautan.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2019. Kembali ke pilihan tahun.
2020: Perubahan sumber Presence dan sampel peneliti
Metode Webometrics Januari 2020
Pada Januari 2020, Visibility tetap dijelaskan melalui rata-rata nilai Majestic dan Ahrefs yang dinormalisasi. Sampel sitasi Google Scholar dan periode Excellence kembali berubah.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Google.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 110 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 10 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2014–2018. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Presence kembali mencantumkan Google. Sampel Transparency menjadi 110 peneliti dengan 10 profil teratas dikecualikan, sedangkan Excellence memakai 2014–2018.
Implikasi bagi kampus: Periksa keterkaitan peneliti, profil, dan karya secara faktual. Perluasan sampel tidak boleh dijawab dengan membuat profil organisasi atau profil buatan yang tidak mewakili peneliti sebenarnya.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2020. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2020
Juli 2020 masih menggunakan Presence 5% dan Excellence 35%. Perubahan terperincinya terletak pada sumber Presence serta jumlah profil yang disebut dalam Transparency.
- Presence — 5%
Mengukur jumlah halaman pada domain utama perguruan tinggi, termasuk subdomain yang menggunakan domain utama yang sama. Penyedia yang dicantumkan pada edisi ini adalah Ahrefs.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 210 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 35%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 26 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2014–2018. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Presence mencantumkan Ahrefs. Sampel Transparency bertambah menjadi 210 peneliti dengan 20 profil teratas dikecualikan. Periode Excellence tetap 2014–2018.
Implikasi bagi kampus: Audit profil peneliti perlu menjangkau lebih banyak orang sesuai aturan edisi. Pastikan kepemilikan karya benar dan jangan menyamakan jumlah profil dengan kualitas keluaran ilmiah.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2020. Kembali ke pilihan tahun.
2021: Presence dihentikan; Excellence menjadi 40%
Metode Webometrics Januari 2021
Januari 2021 menandai penghentian Presence sebagai indikator tersendiri. Edisi ini memakai tiga komponen dengan bobot Visibility 50%, Transparency 10%, dan Excellence 40%.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 210 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2015–2019. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Excellence meningkat dari 35% menjadi 40%, cakupan disiplin yang disebut bertambah dari 26 menjadi 27, dan periode karya menjadi 2015–2019. Catatan Visibility kembali memakai nilai maksimum sesudah normalisasi.
Implikasi bagi kampus: Target tim web perlu menekankan kegunaan sumber akademik dan kesinambungan akses. Mengunggah lebih banyak halaman tidak lagi menghasilkan kontribusi dari indikator Presence yang terpisah.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2021. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2021
Edisi Juli 2021 mempertahankan kerangka tiga indikator setelah Presence dihentikan. Catatan sumber masih menggabungkan Visibility dengan memilih nilai maksimum dari Majestic dan Ahrefs setelah normalisasi.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 210 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2015–2019. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Bobot, sampel 210 peneliti dengan pengecualian 20 profil teratas, dan periode Excellence 2015–2019 tidak berubah dalam ringkasan sumber dibanding Januari 2021.
Implikasi bagi kampus: Periksa perkembangan sumber tautan dan sitasi pada tanggal pengambilan data. Periode penelitian yang sama tetap dapat menghasilkan angka berbeda ketika basis data bertambah atau dikoreksi.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2021. Kembali ke pilihan tahun.
2022: Jendela Excellence kembali bergeser
Metode Webometrics Januari 2022
Januari 2022 tetap memakai Visibility 50%, Transparency 10%, dan Excellence 40%. Periode karya ilmiah yang masuk Excellence bergeser satu tahun.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 210 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2016–2020. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Excellence memakai karya 2016–2020. Pemilihan nilai maksimum untuk Visibility dan aturan 210 profil dengan pengecualian 20 profil teratas masih tercantum.
Implikasi bagi kampus: Sediakan laporan per tahun publikasi agar kontribusi karya yang keluar dari jendela penilaian dapat dibedakan dari karya baru yang menggantikannya.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2022. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2022
Pada Juli 2022, cara pengolahan Visibility dalam kompilasi masih berupa nilai maksimum setelah normalisasi. Komponen penelitian kembali memakai jendela waktu yang lebih baru.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Data dinormalisasi, kemudian nilai maksimum dari kedua sumber dipilih. Unit jaringan perujuk perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 210 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2017–2021. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Periode Excellence berubah dari 2016–2020 menjadi 2017–2021. Bobot tiga indikator dan aturan sampel Google Scholar tetap seperti Januari 2022.
Implikasi bagi kampus: Gunakan edisi ini sebagai pembanding yang jelas sebelum membaca perubahan pengolahan Visibility dan sampel Transparency pada Januari 2023.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2022. Kembali ke pilihan tahun.
2023: Visibility kembali rata-rata; sampel menjadi 310
Metode Webometrics Januari 2023
Catatan Januari 2023 menyebut rata-rata yang dinormalisasi untuk Visibility. Perubahan juga muncul pada ukuran sampel dan pengecualian profil Google Scholar.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 30 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2017–2021. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Visibility kembali menyebut rata-rata setelah fase maksimum pada 2021–2022. Transparency memakai 310 peneliti dengan pengecualian 30 profil teratas. Excellence tetap memakai 2017–2021.
Implikasi bagi kampus: Perbandingan dengan Juli 2022 harus menandai dua perubahan metode sekaligus. Hindari menyimpulkan bahwa satu pekerjaan teknis tertentu menjadi satu-satunya penyebab perubahan peringkat.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2023. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2023
Juli 2023 masih menggunakan rata-rata nilai Visibility dari Majestic dan Ahrefs yang dinormalisasi. Sampel awal Transparency tetap 310 peneliti, tetapi pengecualiannya berbeda.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2018–2022. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Profil teratas yang dikecualikan berkurang dari 30 menjadi 20. Periode Excellence bergeser dari 2017–2021 menjadi 2018–2022.
Implikasi bagi kampus: Pemeriksaan sitasi perlu menyertakan aturan pengecualian, bukan hanya jumlah sampel awal. Jumlah profil yang sama belum berarti kumpulan profil yang berkontribusi juga sama.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2023. Kembali ke pilihan tahun.
2024: Daftar sumber Visibility menyusut menjadi Majestic
Metode Webometrics Januari 2024
Januari 2024 masih mencantumkan dua penyedia untuk Visibility, yaitu Majestic dan Ahrefs. Transparency tetap merujuk profil Google Scholar.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Penyedianya Majestic dan Ahrefs. Keterangan edisi menyebut normalisasi dan penggunaan nilai rata-rata. Bobot 50% tidak menunjukkan bahwa prosedurnya sama dengan edisi yang memilih nilai maksimum.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2018–2022. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Bobot, pengolahan rata-rata, sampel 310 dengan pengecualian 20 profil teratas, serta periode Excellence 2018–2022 tidak berubah dalam catatan sumber dibanding Juli 2023.
Implikasi bagi kampus: Simpan hasil pengukuran dari penyedia yang sesuai dengan edisi. Rekaman Januari 2024 menjadi pembanding penting karena daftar penyedia Visibility dalam kompilasi berubah pada Juli 2024.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2024. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2024
Mulai catatan Juli 2024, hanya Majestic yang dicantumkan sebagai penyedia Visibility. Namun, uraian sumber masih menyebut nilai rata-rata yang dinormalisasi.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Sumber menyebut subnet dan hanya mencantumkan Majestic. Teksnya masih memuat keterangan penggunaan nilai rata-rata yang dinormalisasi, tetapi tidak menjelaskan data apa saja yang dirata-ratakan. Catatan ini tidak cukup untuk merekonstruksi formula atau menyimpulkan adanya sumber kedua.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2019–2023. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Ahrefs tidak lagi tercantum pada baris Visibility dalam kompilasi. Excellence bergeser ke 2019–2023; aturan Transparency tetap 310 peneliti dengan pengecualian 20 profil teratas.
Implikasi bagi kampus: Selaraskan monitoring dengan sumber yang disebut dan simpan catatan ketidakjelasan pengolahannya. Jangan mengarang pasangan sumber atau formula rata-rata yang tidak dijelaskan dalam dokumen tersebut.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2024. Kembali ke pilihan tahun.
2025: Google Scholar masih digunakan dalam Transparency
Metode Webometrics Januari 2025
Januari 2025 mempertahankan tiga indikator dengan bobot 50%, 10%, dan 40%. Visibility dalam kompilasi masih hanya mencantumkan Majestic.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Sumber menyebut subnet dan hanya mencantumkan Majestic. Teksnya masih memuat keterangan penggunaan nilai rata-rata yang dinormalisasi, tetapi tidak menjelaskan data apa saja yang dirata-ratakan. Catatan ini tidak cukup untuk merekonstruksi formula atau menyimpulkan adanya sumber kedua.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2019–2023. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Sampel Transparency tetap 310 peneliti dengan pengecualian 20 profil teratas. Excellence masih memakai 2019–2023; keterangan rata-rata pada Visibility belum disertai rincian komponen pembentuknya.
Implikasi bagi kampus: Lengkapi laporan dengan versi sumber dan batas penafsirannya. Dashboard internal boleh memakai alat lain untuk diagnosis, tetapi perbandingan dengan ranking harus menyebut perbedaan sumber tersebut.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2025. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2025
Pada Juli 2025, Transparency masih menggunakan sitasi profil Google Scholar. Perubahan yang tampak dibanding Januari berada pada periode karya Excellence.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur jaringan eksternal yang menjadi sumber tautan menuju halaman web perguruan tinggi. Sumber menyebut subnet dan hanya mencantumkan Majestic. Teksnya masih memuat keterangan penggunaan nilai rata-rata yang dinormalisasi, tetapi tidak menjelaskan data apa saja yang dirata-ratakan. Catatan ini tidak cukup untuk merekonstruksi formula atau menyimpulkan adanya sumber kedua.
- Transparency / Openness — 10%
Menggunakan sitasi dari 310 peneliti teratas menurut Google Scholar, dengan 20 profil teratas yang diperlakukan sebagai pencilan dikecualikan. Jumlah sampel awal dan pengecualian perlu dibaca bersama. Rincian tambahan dalam sumber diarahkan ke Transparent Ranking.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2020–2024. Sumbernya Scimago. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Excellence memakai 2020–2024. Visibility tetap mencantumkan Majestic dengan uraian rata-rata yang belum dirinci; sampel Transparency tetap 310 dengan pengecualian 20 profil teratas.
Implikasi bagi kampus: Dokumentasikan kondisi profil dan data institusi sebelum berpindah ke pembacaan 2026. Pergantian sumber Openness pada tahun berikutnya membuat angka Google Scholar tidak dapat diperlakukan sebagai angka OpenAlex.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2025. Kembali ke pilihan tahun.
2026: Openness berbasis OpenAlex dan ROR
Metode Webometrics Januari 2026
Januari 2026 mencatat Openness berbasis sitasi institusi dari OpenAlex. Bobotnya tetap 10%, tetapi objek dan sumber datanya berubah dari pendekatan profil Google Scholar pada catatan 2025.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur tautan masuk dari jaringan eksternal yang berbeda atau subnet menuju domain utama perguruan tinggi. Penyedia data yang disebut adalah Majestic. Waktu pengambilan data web pada rilis primer adalah awal Januari 2026. Ringkasan edisi ini tidak merinci prosedur maksimum atau rata-rata untuk menggabungkan data.
- Openness — 10%
Mengukur sitasi institusi untuk periode 2021–2025 melalui OpenAlex. Institusi diidentifikasi dengan pengenal Research Organization Registry (ROR). Ringkasan sumber tidak menggunakan aturan jumlah profil Google Scholar ataupun pengecualian profil teratas untuk indikator ini.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2020–2024. Sumbernya Scimago berbasis data Scopus sebagaimana disebut dalam rilis primer. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Visibility menyebut tautan dari subnet yang berbeda menuju domain utama, dengan Majestic sebagai sumber. Openness memakai periode 2021–2025 dan identitas ROR; Excellence tetap 2020–2024.
Implikasi bagi kampus: Prioritaskan pemeriksaan identitas institusi, afiliasi, dan atribusi karya di OpenAlex. Ketentuan 310 profil atau pengecualian 20 profil Google Scholar tidak otomatis berlaku pada sumber baru ini.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Januari 2026; rilis primer Aguillo, versi 1. Kembali ke pilihan tahun.
Metode Webometrics Juli 2026
Juli 2026 mempertahankan Majestic untuk Visibility, OpenAlex untuk Openness, serta Scimago untuk Excellence. Pembaruan ini melengkapi arsip Februari 2026 yang baru memuat edisi Januari.
- Presence — tidak digunakan sebagai indikator tersendiri
Presence telah dihentikan sejak Januari 2021 dalam riwayat ini. Tidak ada bobot Presence yang ditambahkan ke total tiga indikator.
- Visibility — 50%
Mengukur tautan masuk dari jaringan eksternal yang berbeda atau subnet menuju domain utama perguruan tinggi. Penyedia data yang disebut adalah Majestic. Waktu pengambilan data web pada rilis primer adalah awal Juli 2026. Ringkasan edisi ini tidak merinci prosedur maksimum atau rata-rata untuk menggabungkan data.
- Openness — 10%
Mengukur sitasi institusi untuk periode 2021–2025 melalui OpenAlex. Institusi diidentifikasi dengan pengenal Research Organization Registry (ROR). Ringkasan sumber tidak menggunakan aturan jumlah profil Google Scholar ataupun pengecualian profil teratas untuk indikator ini.
- Excellence / Scholar — 40%
Menghitung artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi pada 27 disiplin dalam basis data yang digunakan. Periode karya yang dinilai adalah 2021–2025. Sumbernya Scimago berbasis data Scopus sebagaimana disebut dalam rilis primer. Ukuran ini berbeda dari jumlah seluruh publikasi atau jumlah artikel pada jurnal Q1.
Perubahan yang tercatat: Periode Excellence bergerak ke 2021–2025, sedangkan periode Openness tetap 2021–2025. Data web diambil pada awal Juli; rilis primer yang dirujuk merupakan versi 3, terbit 10 Agustus 2026.
Implikasi bagi kampus: Saat menyusun rekomendasi, pisahkan kondisi web pada waktu pengambilan dari rekam publikasi beberapa tahun. Prioritas kerja ditentukan setelah indikator dan kampus pembanding diperiksa dengan edisi yang sama.
Rujukan: kompilasi Mahidol, edisi Juli 2026; rilis primer Aguillo, versi 3. Kembali ke pilihan tahun.
Tahun 2026: Openness memakai OpenAlex dan identitas institusi
Perubahan yang menonjol pada catatan 2026 adalah penggunaan OpenAlex untuk Openness, menggantikan pendekatan profil Google Scholar pada fase sebelumnya. Rilis primer Januari dan Juli 2026 menyebut Majestic, OpenAlex, dan Scimago-Scopus sebagai sumber data, dengan periode berikut.
| Komponen | Januari 2026 | Juli 2026 |
|---|---|---|
| Data web / Visibility | Pengambilan awal Januari 2026; Majestic. | Pengambilan awal Juli 2026; Majestic. |
| Excellence | Periode 2020–2024; Scimago-Scopus. | Periode 2021–2025; Scimago-Scopus. |
| Openness | Periode 2021–2025; OpenAlex. | Periode 2021–2025; OpenAlex. |
Periode dan sumber data diperiksa terhadap rilis Aguillo, Januari 2026, versi 1 dan rilis Aguillo, Juli 2026, versi 3. Periode yang sama tidak menjamin angka sama apabila waktu pengambilan atau isi basis data berubah.
Kompilasi 2026 mengaitkan Openness dengan sitasi institusi yang memiliki pengenal ROR. Research Organization Registry (ROR) menyediakan identitas tetap bagi organisasi riset, membantu membedakan nama institusi dan menghubungkannya dengan keluaran penelitian. Penjelasan resmi ROR.
OpenAlex menggunakan rekaman ROR untuk identitas institusi dan mencocokkan teks afiliasi pada karya ilmiah ke institusi tersebut. Artinya, ketepatan penulisan afiliasi serta pemetaan karya perlu mendapat perhatian. Memiliki nomor ROR saja tidak menjamin seluruh karya sudah terhubung dengan benar. Dokumentasi institusi OpenAlex.
Pelajaran strategis: kampus perlu memperluas pekerjaan dari pemeliharaan profil peneliti ke pemeriksaan rekaman institusi dan atribusi karya. Profil Google Scholar tetap dapat membantu peneliti dikenal, tetapi ketentuan lama tentang 210 atau 310 profil tidak boleh otomatis dipakai sebagai rumus Openness 2026.
Excellence mengukur artikel berdampak, dengan jendela waktu tertentu
Dalam edisi-edisi mutakhir pada riwayat ini, Excellence berkaitan dengan jumlah artikel pada kelompok 10% paling banyak disitasi menurut bidang. Kompilasi mencatat 26 disiplin pada beberapa edisi lama dan 27 disiplin pada edisi berikutnya.
Ukuran tersebut perlu dibedakan dari jumlah seluruh artikel atau jumlah artikel di jurnal Q1. Peringkat jurnal dan capaian sitasi sebuah artikel adalah dua hal berbeda. Rentang lima tahun juga membuat hasil penelitian membutuhkan waktu untuk tercermin pada indikator.
Karena jendela pengukuran bergeser, ada tahun yang keluar dan tahun baru yang masuk. Contohnya, Excellence edisi Januari 2026 memakai 2020–2024, sedangkan Juli 2026 memakai 2021–2025. Analisis perlu melihat perubahan kumpulan karya yang dihitung, bukan hanya aktivitas kampus pada bulan penerbitan ranking.
Dampak perubahan metode bagi strategi perguruan tinggi
Sejarah metode memberi dasar untuk mengatur ulang prioritas kerja. Tabel berikut merupakan rekomendasi MSP; isinya bukan daftar syarat resmi atau jaminan kenaikan peringkat.
| Pelajaran dari perubahan metode | Pekerjaan yang disarankan | Bukti kemajuan yang diperiksa |
|---|---|---|
| Jumlah halaman tidak lagi menjadi indikator Presence. | Prioritaskan bahan ajar, repositori, panduan, data penelitian, dan halaman layanan yang bermanfaat serta mudah diakses. | Konten bermutu yang tersedia, URL berfungsi, penggunaan sumber, dan rujukan relevan dari pihak luar. |
| Visibility membutuhkan perhatian pada sumber tautan dan domain. | Jaga URL sumber akademik tetap stabil; perbaiki tautan penting yang rusak; sediakan halaman rujukan yang jelas bagi mitra. | Keutuhan URL, pemulihan tautan yang hilang, serta variasi sumber dan jaringan perujuk menurut alat yang digunakan. |
| Openness 2026 memakai data institusi OpenAlex. | Periksa identitas ROR, variasi nama kampus, dan contoh karya yang salah atau belum teratribusi. | Daftar temuan, bukti afiliasi, koreksi yang diterima, dan hasil pemeriksaan ulang. |
| Excellence mencerminkan dampak riset beberapa tahun. | Dukung mutu penelitian, dokumentasi metode, kolaborasi yang relevan, dan penyebarluasan hasil yang dapat digunakan. | Kualitas dan pemanfaatan keluaran, perkembangan sitasi, serta kesesuaian afiliasi pada periode yang dipantau. |
| Metode dan basis data dapat berubah. | Simpan catatan edisi, definisi metrik, sumber, tanggal pengambilan, dan perubahan pemrosesan. | Perbandingan yang dapat ditelusuri dan penjelasan perubahan angka. |
Visibility: pahami perbedaan backlink, domain, dan subnet
Dalam catatan Januari 2026 yang dirujuk, Visibility memperhitungkan tautan masuk ke domain utama kampus dari jaringan eksternal yang berbeda, yaitu subnet. Karena itu, metrik ini perlu dibedakan dari jumlah seluruh backlink yang terlihat dalam sebuah alat SEO.
Satu situs dapat memberikan banyak backlink. Beberapa domain juga dapat menggunakan jaringan IP yang sama. Karena itu, jumlah tautan, jumlah domain perujuk, dan jumlah subnet perujuk merupakan ukuran yang berbeda.
Majestic menjelaskan subnet sebagai pengelompokan jaringan; pada pengertian C-subnet yang digunakan dalam SEO, alamat IPv4 dikelompokkan dengan mengabaikan bagian angka terakhir. Ukuran ini membantu melihat sumber tautan pada tingkat jaringan. Glosarium Majestic.
Implikasinya, memperbanyak tautan berulang dari sumber yang sama belum tentu menghasilkan perubahan yang setara pada metrik jaringan perujuk. Strategi yang lebih bermanfaat adalah membuat sumber akademik yang layak dirujuk, menjaga hubungan kerja sama nyata, dan memastikan pihak lain dapat menautkan halaman yang relevan.
Trust Flow, Domain Rating, trafik pengunjung, dan skor PageSpeed dapat membantu diagnosis, tetapi bukan nama komponen berbobot dalam susunan penilaian yang ditampilkan di atas. Gunakan masing-masing untuk pertanyaan yang sesuai, lalu pisahkan dari metrik pemeringkatan.
OpenAlex: bedakan kesalahan identitas dan kesalahan afiliasi
Dalam pemeriksaan data, nama atau hubungan antarorganisasi yang salah perlu ditangani berbeda dari karya yang salah dikaitkan ke sebuah kampus. Dokumentasi OpenAlex mengarahkan koreksi metadata institusi melalui ROR, sementara kesalahan pemetaan karya perlu diperiksa melalui alur koreksi afiliasi.
Siapkan bukti, misalnya URL atau DOI karya, teks afiliasi yang tercantum, dan institusi yang seharusnya terkait. Jika kesalahan berasal dari metadata penerbit, perbaikan perlu dilakukan pada sumber tersebut. Panduan koreksi afiliasi OpenAlex.
Contoh: mengubah target unggahan menjadi sumber yang dipakai
Ilustrasi hipotetis: Kampus A menetapkan target 2.000 unggahan tanpa mengukur apakah isinya membantu pembaca. Sebagian dokumen sulit ditemukan, judulnya tidak jelas, dan halaman rujukannya berubah ketika website diperbarui.
Setelah mengevaluasi metode, kampus menyusun ulang prioritas: menata katalog materi, memberikan judul dan metadata yang jelas, mempertahankan URL, serta menyiapkan ringkasan berbahasa Inggris untuk karya yang relevan bagi pembaca internasional. Dosen dan perpustakaan kemudian memperkenalkan sumber tersebut melalui jejaring akademik yang sesuai.
Perubahan ini memberi jalur yang lebih masuk akal menuju exposure internasional: sumber lebih mudah ditemukan, dipahami, digunakan, dan dirujuk. Dampaknya tetap perlu diukur; jumlah unggahan atau penerjemahan saja belum membuktikan kenaikan peringkat.
Cara membaca perubahan peringkat tanpa keliru menyimpulkan
Nomor peringkat menunjukkan posisi relatif. Kampus dapat memperbaiki kinerjanya tetapi turun posisi ketika kampus lain tumbuh lebih cepat. Perubahan peserta, sumber data, atau metode juga dapat memengaruhi perbandingan.
Sebelum menyusun laporan pimpinan, periksa lima hal berikut:
- Edisi dan versi: pastikan bulan, tahun, penerbit, dan versi dokumen yang dibandingkan jelas.
- Definisi indikator: catat apa yang dihitung dan satuannya, bukan hanya nama indikator atau persentasenya.
- Waktu dan cakupan data: periksa periode publikasi, waktu pengambilan data, domain yang dinilai, dan identitas institusi.
- Perubahan internal: telusuri migrasi domain, masalah akses, koreksi afiliasi, serta perkembangan karya dan sitasinya.
- Perkembangan pembanding: bandingkan dengan kampus yang relevan pada edisi dan sumber yang sama.
Bobot 50%, 10%, dan 40% juga tidak boleh langsung digunakan untuk menjumlahkan nomor peringkat masing-masing indikator. Perhitungan harus mengikuti data serta prosedur pengolahan edisi tersebut. Jika data yang diperlukan belum tersedia, sampaikan keterbatasannya dalam analisis.
Pekerjaan ini membutuhkan koordinasi: tim TI menjaga akses dan kesinambungan website; perpustakaan membantu repositori serta identitas ilmiah; unit penelitian menjaga mutu keluaran dan afiliasi; komunikasi serta kerja sama membantu menjangkau pengguna yang relevan. Masing-masing perlu mempunyai bukti kerja yang dapat diperiksa.
Dengan pendekatan tersebut, sejarah Webometrics menjadi bahan untuk memperbaiki pengelolaan pengetahuan kampus. Strategi exposure internasional dapat tumbuh dari karya yang bermutu, data yang benar, dan akses yang terjaga.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sejak kapan Webometrics mulai diterbitkan?
Ranking Web of Universities mulai diterbitkan pada 2004 oleh Cybermetrics Lab, yang saat itu berada dalam lingkungan CSIC di Spanyol. Tujuan awalnya mencakup penguatan kehadiran akademik di web dan penyebarluasan pengetahuan secara terbuka.
Apakah memperbanyak halaman website masih menjadi indikator tersendiri?
Presence masih berbobot 5% pada edisi Juli 2020 dalam riwayat yang ditinjau, kemudian dihentikan pada Januari 2021. Website tetap penting sebagai tempat menyajikan pengetahuan, layanan, dan sumber yang dapat dirujuk pihak lain.
Apakah Openness selalu berarti jumlah dokumen open access?
Tidak. Definisinya berubah menurut edisi. Dalam riwayat lama terdapat ukuran dokumen; pada fase berikutnya dipakai sitasi profil peneliti Google Scholar. Catatan edisi 2026 memakai data sitasi institusi dari OpenAlex. Nama indikator harus dibaca bersama definisi dan sumber datanya.
Apakah data Google Scholar masih menjadi dasar Openness pada 2026?
Kompilasi dan rilis 2026 yang dirujuk artikel ini menggunakan OpenAlex untuk Openness. Ketentuan lama tentang jumlah profil Google Scholar dan pengecualian profil teratas tidak boleh langsung diterapkan pada edisi tersebut.
Apakah banyak backlink pasti meningkatkan Visibility?
Jumlah backlink mentah belum cukup untuk menyimpulkan perubahan Visibility. Periksa unit pengukuran, jaringan sumber tautan, cakupan domain, penyedia data, dan waktu pengambilan yang digunakan pada edisi pemeringkatan.
Apakah Excellence sama dengan jumlah artikel di jurnal Q1?
Dalam edisi yang dibahas, Excellence mengacu pada jumlah artikel yang termasuk kelompok 10% paling banyak disitasi di bidangnya sesuai basis data dan periode penilaian. Kategori jurnal Q1 dan capaian sitasi sebuah artikel adalah ukuran yang berbeda.
Mengapa peringkat bisa turun meskipun kinerja kampus membaik?
Peringkat menunjukkan posisi relatif. Kampus lain dapat tumbuh lebih cepat; cakupan peserta, sumber data, periode pengukuran, atau metode juga dapat berubah. Evaluasi perlu melihat data indikator dan catatan perubahan, bukan hanya nomor peringkat.
Apakah strategi dalam artikel menjamin peringkat tertentu?
Strategi ini membantu kampus memperbaiki keterlihatan karya, mutu data, dan proses pengelolaannya. Hasil pemeringkatan juga dipengaruhi capaian akademik, data penyedia, serta perkembangan kampus lain, sehingga tidak dapat dijamin hanya melalui pekerjaan website.
Apakah Visibility baru memakai rata-rata pada 2023?
Tidak. Kompilasi yang ditinjau sudah menyebut rata-rata pada Juli 2019–Juli 2020, kemudian nilai maksimum pada Januari 2021–Juli 2022, lalu rata-rata lagi pada Januari 2023–Januari 2024. Bobot Visibility tetap 50%, sehingga riwayat cara pengolahan perlu dibaca terpisah dari bobotnya.
Kapan Ahrefs tidak lagi tercantum sebagai sumber Visibility?
Mulai catatan Juli 2024, kompilasi Mahidol hanya mencantumkan Majestic. Akan tetapi, uraian Juli 2024–Juli 2025 masih menyebut rata-rata yang dinormalisasi tanpa merinci komponen pembentuknya. Catatan ini tidak cukup untuk merekonstruksi formula lengkap.
Apa bedanya Visibility Rank dengan nilai backlink atau Trust Flow?
Visibility Rank menunjukkan posisi relatif perguruan tinggi pada indikator Visibility dalam suatu edisi. Jumlah backlink, jumlah subnet perujuk, dan Trust Flow merupakan ukuran dengan definisi masing-masing. Angka-angka tersebut tidak dapat saling menggantikan hanya karena sama-sama berkaitan dengan tautan.
Mengapa setiap edisi Januari dan Juli perlu dijelaskan terpisah?
Perubahan metode dapat terjadi di tengah tahun. Contohnya, bobot Presence dan Excellence berubah pada Juli 2017; sampel serta pengecualian profil berubah pada beberapa edisi berikutnya. Periode karya dan waktu pengambilan data juga dapat berbeda antara Januari dan Juli.
Mengapa rincian berlabel Juli 2016 diberi catatan verifikasi?
Bagian tersebut memuat rentang dokumen 2008–2012 dan penelitian 2003–2010 yang jauh mendahului label Juli 2016. Artikel mempertahankan penjelasan Activity, Presence, Openness, Excellence, dan Impact sebagai catatan isi arsip, tetapi tidak menyatakan seluruh parameter itu sudah terverifikasi sebagai aturan resmi Juli 2016.
Sumber dan catatan pembacaan
Artikel ini menyajikan penjelasan ulang dan analisis strategi dalam bahasa Indonesia. Kompilasi Mahidol digunakan sebagai peta riwayat per edisi; publikasi pengembang dan dokumentasi penyedia data digunakan untuk memperjelas konteks. Untuk keputusan operasional, utamakan ketentuan khusus edisi yang sedang digunakan.
- Stang Mongkolsuk Library and Information Division, Mahidol University. Ranking Web of World Universities (Webometrics), arsip 14 Februari 2026. Sumber riwayat yang menjadi dasar tulisan; halaman aktif memuat tambahan Juli 2026.
- Cybermetrics Lab. Methodology, arsip historis. Menjelaskan asal-usul, tujuan, dan pentingnya mendahulukan ketentuan per edisi.
- Aguillo, I. F., Bar-Ilan, J., Levene, M., dan Ortega, J. L. (2009). Comparing University Rankings. Prosiding ISSI 2009, hlm. 97–107.
- Aguillo, I. F. (2012). University Rankings: The Web Ranking. Higher Learning Research Communications, 2(1). DOI: 10.18870/hlrc.v2i1.56.
- Aguillo, I. F. (2026). Ranking Web of Universities (webometrics.info). January 2026 edition. Figshare, versi 1.
- Aguillo, I. F. (2026). Ranking Web of Universities (webometrics.info). July 2026 edition. Figshare, versi 3; versi ini dipublikasikan pada 10 Agustus 2026.
- OpenAlex. Institutions dan Fixing affiliations. Penjelasan identitas institusi dan alur koreksi data.
- Research Organization Registry. About ROR. Penjelasan pengenal organisasi riset.
- Majestic. Glossary. Penjelasan backlink, domain, dan subnet perujuk.


Tidak ada komentar
Posting Komentar
Silakan ajukan pertanyaan, kritik, maupun saran.