Instruksi ke AI Lebih Terarah - MSP OpenCourseWare

Logo PT Mitra Solusindo Pratama, PT MSP Bandung

Logo PT Mitra Solusindo Pratama, PT MSP Bandung PT Mitra Solusindo Pratama, PT MSP
Baca »

Instruksi ke AI Lebih Terarah - MSP OpenCourseWare

Course OpenCourseWare MSP ini membahas cara menggunakan AI untuk membuat aplikasi secara benar, mulai dari memahami masalah, menyusun proses dan aturan bisnis, menentukan data dan hak akses, memilih solusi, membangun fitur secara bertahap, hingga menguji dan merilis aplikasi berdasarkan bukti. Materi dirancang untuk orang awam agar mampu menjadikan AI sebagai mitra berpikir tanpa menerima jawaban, kode, atau klaim AI secara mentah.
Course MSP tentang cara memberi instruksi ke AI untuk menyusun strategi, menganalisis masalah, memilih prioritas, dan membuat hasil kerja yang lebih terarah.
Gunakan AI untuk membantu berpikir, menguji pilihan, dan menyusun pekerjaan secara lebih terarah.

OpenCourseWare MSP · OCW-MSP-AI-001

AI dapat membuat tampilan dan kode aplikasi dalam waktu singkat. Namun, hasil yang terlihat meyakinkan belum tentu sesuai dengan masalah, proses, data, keamanan, atau kondisi sistem yang sebenarnya. Course ini membantu orang awam menggunakan AI sebagai mitra berpikir dan mitra kerja—bukan sebagai mesin kebenaran.

Membuat Aplikasi dengan AI secara Benar

Membuat aplikasi dengan AI bukan sekadar mengetik “buatkan aplikasi ini” lalu menerima seluruh hasilnya. Proses yang benar dimulai dari memahami masalah pengguna, menyusun aturan bisnis, menentukan data dan hak akses, membandingkan pilihan, membangun fitur sedikit demi sedikit, serta membuktikan hasil melalui pengujian.

Tujuan course ini bukan menjanjikan AI tidak pernah salah. Tujuannya adalah mencegah kesalahan, dugaan, atau halusinasi AI diterima sebagai kebenaran dan masuk ke aplikasi tanpa pemeriksaan.

PenyelenggaraHilfan Soeltansyah (PT. Mitra Solusindo Pratama)
FormatOpenCourseWare, belajar mandiri
SertifikatTidak disediakan
TingkatPemula–Menengah
BahasaBahasa Indonesia
Ritme belajar5 minggu · sekitar 15 jam

Course Overview

AI dapat membuat halaman aplikasi dalam hitungan menit. Hal itu memang mengesankan, tetapi tampilan yang menarik belum membuktikan aplikasinya benar. Aplikasi baru dapat disebut benar apabila menyelesaikan masalah nyata, mengikuti aturan bisnis, mengolah data dengan tepat, membatasi akses pengguna, menangani kegagalan, aman digunakan, dan telah lulus pengujian.

Kesalahan terbesar biasanya terjadi sebelum kode ditulis. Pengguna belum menjelaskan siapa yang memakai aplikasi, masalah apa yang perlu diselesaikan, bagaimana proses saat ini berjalan, data apa yang boleh digunakan, siapa yang berhak melakukan suatu tindakan, serta seperti apa hasil yang dianggap berhasil. AI kemudian mengisi ruang kosong tersebut dengan dugaan yang mungkin terlihat rapi, tetapi belum tentu benar.

Prinsip utama: output AI adalah hipotesis sampai ada bukti yang memverifikasinya. Jawaban AI boleh menjadi titik awal, tetapi tidak otomatis menjadi aturan bisnis, keputusan, konfigurasi production, atau bukti bahwa aplikasi sudah berfungsi.

Apa yang dimaksud halusinasi AI?

Halusinasi AI adalah keadaan ketika AI menghasilkan informasi yang salah, tidak tersedia, atau tidak didukung bukti, tetapi menyampaikannya seolah-olah benar. Dalam pembuatan aplikasi, AI dapat menciptakan nama tabel, field, API, aturan bisnis, fungsi, paket, hasil test, estimasi, atau klaim keamanan yang tidak sesuai dengan sistem sebenarnya.

AI dapat menebak aturan

Jika proses bisnis tidak diberikan, AI dapat mengisi kekosongan dengan pola umum yang belum tentu berlaku pada organisasi Anda.

AI dapat mengarang komponen

Nama API, tabel, field, fungsi, atau paket dapat terdengar benar meskipun tidak tersedia pada kode dan versi yang digunakan.

AI dapat membuat klaim palsu

AI dapat mengatakan masalah sudah diperbaiki atau test sudah lulus padahal pengujian belum benar-benar dijalankan.

AI dapat melewatkan dampak

Perubahan pada satu file mungkin merusak modul, data, integrasi, atau perilaku lama yang tidak masuk ke dalam konteks AI.

Batas penting: tidak ada satu prompt yang dapat menjamin AI tidak pernah berhalusinasi. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi ruang untuk menebak, mengungkap ketidakpastian, membatasi tindakan, dan memeriksa hasil dengan sumber serta pengujian.

Lima fondasi aplikasi yang benar

Tabel dapat digeser ke kanan atau kiri pada perangkat seluler.

FondasiPertanyaan utamaArtefak minimumBukti
Masalah dan penggunaSiapa mengalami masalah, apa dampaknya, dan perubahan apa yang diinginkan?Problem statement, stakeholder map, indikator keberhasilan.Wawancara, observasi, data layanan, atau keluhan nyata.
Proses dan aturanBagaimana alur normal, keputusan, persetujuan, dan pengecualian bekerja?Process map dan business rule register.Dokumen proses dan konfirmasi pemilik proses.
Data dan aksesData apa yang dipakai, dari mana asalnya, dan siapa yang berhak mengakses?Data dictionary dan access matrix.Skema aktual, sampel aman, kebijakan, dan pemilik data.
Desain dan keamananKomponen apa yang dibutuhkan dan bagaimana risiko dibatasi?Desain solusi, integration map, risk register.Review teknis, keamanan, dan dokumentasi versi yang digunakan.
Test dan operasiBagaimana membuktikan fitur benar serta memulihkan layanan saat gagal?Test plan, release plan, monitoring, backup, rollback, runbook.Hasil test aktual, log, UAT, restore drill, dan persetujuan rilis.

Protokol B.U.K.T.I.

B.U.K.T.I. adalah cara sederhana untuk mengurangi dan menangkap kesalahan AI sebelum berdampak kepada pengguna.

Ⓑ

Beri sumber kebenaran

Lampirkan proses, aturan, skema data, dokumentasi API, versi teknologi, kode terkait, dan log. Nyatakan sumber yang paling berwenang jika isinya berbeda.

Ⓤ

Urai ketidakpastian

Pisahkan Ⓕ fakta, Ⓐ asumsi, Ⓓ keputusan, dan Ⓤ belum diketahui. Jangan membiarkan dugaan tampil sebagai fakta.

Ⓚ

Kerjakan bagian kecil

Bangun satu alur kecil dari tampilan sampai data, uji, lalu lanjutkan. Jangan meminta seluruh aplikasi sekaligus.

Ⓣ

Tes hasilnya

Setiap fitur memiliki kondisi awal, tindakan, hasil yang diharapkan, dan bukti hasil aktual. “Seharusnya bisa” bukan hasil pengujian.

Ⓘ

Izin manusia

Manusia menyetujui aturan, akses data, perubahan database, biaya, penghapusan, deployment, dan keputusan lain yang berdampak.

Peran AI dan manusia

AI membantu

  • Merapikan ide dan menemukan pertanyaan.
  • Menawarkan serta membandingkan alternatif.
  • Membuat rancangan awal proses, data, kode, test, dan dokumentasi.
  • Mendiagnosis gejala berdasarkan bukti yang tersedia.
  • Mengkritik hasil dan mencari risiko.

Manusia bertanggung jawab

  • Menetapkan masalah, tujuan, dan ukuran berhasil.
  • Mengonfirmasi fakta serta aturan organisasi.
  • Menentukan risiko yang dapat diterima.
  • Menyetujui penggunaan data dan hak akses.
  • Menyetujui perubahan penting dan rilis.

Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan course ini, pembelajar diharapkan mampu:

  • Menjelaskan kemampuan dan keterbatasan AI generatif dalam pembuatan aplikasi.
  • Membedakan fakta, asumsi, keputusan, dan informasi yang belum diketahui.
  • Mengubah ide kasar menjadi app brief yang dapat diperiksa.
  • Memetakan pengguna, proses, aturan, pengecualian, data, dan hak akses.
  • Menulis kebutuhan serta kriteria penerimaan yang dapat diuji.
  • Meminta AI menghasilkan beberapa alternatif yang benar-benar berbeda.
  • Membandingkan pilihan menggunakan kriteria, bobot, risiko, dan bukti.
  • Menentukan MVP berdasarkan manfaat, risiko, dan kemampuan pengujian.
  • Meminta AI membangun aplikasi dalam bagian kecil yang dapat diverifikasi.
  • Mendiagnosis error berdasarkan bukti sebelum mengubah kode.
  • Menyusun test positif, negatif, batas, akses, integrasi, dan regresi.
  • Menyiapkan rilis, monitoring, backup, rollback, serta handover.

Prasyarat dan perlengkapan

  • Tidak wajib sudah menjadi programmer.
  • Mampu menjelaskan satu pekerjaan atau masalah sehari-hari yang ingin dibantu aplikasi.
  • Memiliki akses yang sah terhadap dokumen, data, kode, dan sistem untuk latihan.
  • Gunakan data contoh atau data yang telah disamarkan.
  • Jangan memasukkan password, token, private key, data pribadi, atau rahasia perusahaan ke percakapan AI.
  • Siapkan lingkungan uji; jangan menjadikan production sebagai tempat pertama mencoba perubahan.
  • Jika AI diberi akses file atau terminal, gunakan hak minimum dan minta persetujuan sebelum tindakan berisiko.

Syllabus

Syllabus terdiri atas sepuluh lecture dalam lima minggu. Setiap lecture menghasilkan artefak yang saling menyambung dan digabungkan menjadi Paket Pengembangan Aplikasi Berbantuan AI pada capstone.

Tabel dapat digeser ke kanan atau kiri pada perangkat seluler.

MingguLectureFokusAktivitasOutput
11. AI dan halusinasiKeterbatasan AI, tanggung jawab, dan B.U.K.T.I.Mengklasifikasikan fakta, asumsi, keputusan, dan unknown.Source Map dan aturan kerja AI.
12. App briefMasalah, pengguna, tujuan, scope, batasan, dan ukuran berhasil.Mengubah ide kasar menjadi brief.App Brief versi 1.
23. Asumsi dan pertanyaanBlind spot, pengecualian, dan validasi.Menjalankan kritik AI dan wawancara.Assumption and Question Log.
24. Fondasi aplikasiProses, aturan, data, peran, dan acceptance criteria.Membuat process map dan matriks.Paket Fondasi Aplikasi.
35. Pilihan solusiTiga jalur, kriteria, bobot, dan trade-off.Membuat decision scorecard.Options Analysis dan ADR.
36. Desain dan keamananKomponen, integrasi, auth, log, backup, dan kegagalan.Melakukan panel review.Desain Solusi dan Risk Register.
47. MVP dan prioritasPrinsip 80/20, dependency, dan vertical slice.Menentukan backlog MVP.MVP Scope dan backlog.
48. Implementasi terkendaliKontrak kerja AI, perubahan kecil, version control, dan test.Membangun satu alur utuh.Increment yang dapat didemonstrasikan.
59. Diagnosis dan reviewGejala, hipotesis, akar penyebab, regresi, dan kritik.Mendiagnosis serta mereview fitur.Diagnostic Report dan Review Record.
510. Rilis dan operasiTest, release gate, monitoring, rollback, dan handover.Simulasi rilis dan kegagalan.Test Report, Release Plan, dan Runbook.

Required Reading

Bacaan berikut dipakai untuk memperkuat dua dasar course: pengelolaan risiko AI dan pengembangan perangkat lunak yang aman. Dokumentasi produk perlu diperiksa kembali ketika digunakan karena nama menu, fitur, model, dan versi dapat berubah.

Kerangka risiko dan pengembangan aman

  1. NIST · Artificial Intelligence Risk Management Framework Rujukan untuk memahami pengelolaan risiko AI sepanjang desain, pengembangan, penggunaan, dan evaluasi.
  2. NIST AI 600-1 · Generative Artificial Intelligence Profile Membahas risiko khas AI generatif, termasuk confabulation, privasi, keamanan informasi, pengujian sebelum deployment, dan pemantauan.
  3. NIST SP 800-218 · Secure Software Development Framework Rujukan untuk memasukkan praktik keamanan ke seluruh siklus pengembangan perangkat lunak.
  4. OWASP · GenAI LLM Top 10 2026 Rujukan risiko keamanan untuk aplikasi yang memakai model bahasa besar sebagai bagian dari fiturnya.

Panduan vendor mengenai prompt, halusinasi, dan evaluasi

  1. Anthropic · Reduce Hallucinations Panduan untuk mengizinkan AI menyatakan ketidakpastian, membatasi jawaban pada sumber, dan memverifikasi klaim.
  2. OpenAI · Prompt Engineering Panduan tentang pemisahan identitas, instruksi, contoh, dan konteks dalam prompt yang terstruktur.
  3. OpenAI · Working with Evals Rujukan untuk menguji hasil AI dengan data uji dan kriteria yang ditentukan, bukan hanya berdasarkan kesan.

Lecture Summaries

Lecture 01

AI sebagai mitra berpikir, bukan sumber kebenaran

AI tidak hadir dalam rapat organisasi Anda, tidak melihat database kecuali diberi akses, tidak mengetahui aturan terbaru kecuali tersedia pada sumber, dan tidak otomatis memahami alasan di balik proses. Kalimat “buatkan aplikasi pengadaan” memaksa AI menebak pengguna, alur, persetujuan, data, dokumen, notifikasi, serta laporan.

Gunakan pola kerja berikut:

Masalah → Sumber → Pertanyaan → Brief → Pilihan → Keputusan → Implementasi kecil → Test → Review → Rilis

Empat status informasi

  • Ⓕ Fakta: tersedia pada sumber atau telah diamati langsung.
  • Ⓐ Asumsi: dugaan sementara yang masih perlu dikonfirmasi.
  • Ⓓ Keputusan: pilihan yang sudah disetujui oleh pihak berwenang.
  • Ⓤ Belum diketahui: informasi belum tersedia atau bukti belum cukup.

Prompt dasar anti-halusinasi

“Gunakan hanya sumber yang saya berikan untuk menyatakan fakta tentang aplikasi dan proses bisnis. Pisahkan hasil menjadi Ⓕ fakta, Ⓐ asumsi, Ⓓ keputusan, dan Ⓤ belum diketahui. Jangan menciptakan aturan, data, API, field, hasil test, atau keputusan. Jika bukti tidak cukup, katakan ‘belum cukup informasi’ dan ajukan pertanyaan. Setiap klaim penting harus menunjuk sumber atau hasil pengujian yang mendukungnya.”

Pertanyaan refleksi: bagian mana dari aplikasi yang selama ini Anda anggap “sudah jelas”, padahal belum pernah ditulis atau dikonfirmasi?

Lecture 02

Mengubah ide kasar menjadi brief aplikasi

AI memberi hasil lebih tepat jika diminta menyusun persoalan sebelum membuat solusi. Dua mode pertama adalah Strategist dan Brief Builder.

① Mode Strategist · berpikir sebelum membuat

Gunakan ketika Anda mempunyai tujuan, tetapi belum yakin kebutuhan dan arah terbaiknya.

“Saya ingin membuat 〈jenis aplikasi〉 untuk 〈kelompok pengguna〉 dengan tujuan 〈perubahan yang ingin dicapai〉. Sebelum menyarankan fitur atau menulis kode, bertindaklah sebagai analis produk senior. Identifikasi kebutuhan nyata pengguna, tiga sampai lima sudut solusi yang paling kuat, pertanyaan atau keberatan yang mungkin muncul, informasi yang belum tersedia, risiko awal, dan ukuran keberhasilan. Pisahkan fakta, asumsi, dan hal yang belum diketahui. Rekomendasikan arah terbaik beserta alasan ringkas yang dapat diperiksa. Jangan membuat kode sebelum brief saya setujui.”

② Mode Brief Builder · merapikan ide yang belum terstruktur

Gunakan ketika ide masih berupa catatan, percakapan, keluhan, atau daftar harapan.

“Berikut ide kasar saya: 〈tempelkan ide, catatan, atau percakapan〉. Jangan langsung membuat aplikasi. Ubah bahan tersebut menjadi app brief yang memuat tujuan, pengguna, masalah utama, kondisi saat ini, hasil yang diinginkan, ruang lingkup, hal di luar ruang lingkup, aturan bisnis yang sudah diketahui, kebutuhan data, batasan, risiko, ukuran keberhasilan, dan deliverable. Beri label Ⓕ untuk fakta, Ⓐ untuk asumsi, Ⓓ untuk keputusan, dan Ⓤ untuk hal yang belum diketahui. Jangan mengisi kekosongan sebagai fakta. Buat daftar pertanyaan konfirmasi, lalu tunggu persetujuan saya sebelum melanjutkan.”

Isi minimum app brief

  • Masalah: kondisi yang merugikan atau menghambat saat ini.
  • Pengguna: pihak yang mengalami masalah atau menjalankan proses.
  • Tujuan: perubahan yang ingin terlihat setelah aplikasi digunakan.
  • Ukuran keberhasilan: angka atau bukti yang dapat dibandingkan.
  • Ruang lingkup: hal yang dikerjakan pada versi ini.
  • Di luar ruang lingkup: hal yang sengaja belum dikerjakan.
  • Batasan: waktu, biaya, teknologi, kebijakan, dan kemampuan tim.
  • Risiko: hal yang dapat membuat solusi gagal atau menimbulkan dampak.
  • Pemilik keputusan: pihak yang berwenang mengesahkan kebutuhan dan aturan.

Pertanyaan refleksi: apakah tujuan aplikasi menjelaskan perubahan bagi pengguna, atau baru berupa keinginan memiliki fitur?

Lecture 03

Menantang asumsi dan menemukan pertanyaan penting

AI yang selalu menyetujui pengguna dapat mempercepat keputusan yang salah. Sebelum menghabiskan waktu untuk membuat aplikasi, gunakan AI untuk mencari blind spot dan pertanyaan yang dapat mengubah solusi.

③ Mode Challenger · menguji ide sebelum menyetujui

“Saya mempertimbangkan aplikasi berikut: 〈jelaskan ide atau lampirkan brief〉. Bertindaklah sebagai penasihat berpengalaman yang bertugas memperbaiki keputusan, bukan sekadar menyetujui saya. Analisis asumsi yang belum memiliki bukti, kondisi yang dapat membuat aplikasi gagal, kebutuhan pengguna yang mungkin terlewat, dampak samping, risiko data dan keamanan, serta alternatif yang lebih sederhana. Bedakan fakta dengan dugaan. Akhiri dengan hal yang harus saya validasi dan rencana tiga langkah. Jangan mengubah asumsi menjadi keputusan.”

⑦ Mode Question Finder · menemukan pertanyaan yang belum terpikirkan

“Tujuan saya adalah 〈tujuan〉 dan informasi yang tersedia adalah 〈konteks dan sumber〉. Jangan langsung memberi solusi. Identifikasi maksimal tujuh pertanyaan yang paling bernilai untuk dijawab pemilik proses, pengguna, pengelola data, teknisi, dan keamanan. Untuk setiap pertanyaan, jelaskan keputusan apa yang dapat berubah berdasarkan jawabannya. Tandai pertanyaan yang wajib dijawab sebelum desain dan yang boleh ditunda. Jika jawaban tidak tersedia, catat sebagai Ⓤ belum diketahui; jangan menebaknya.”

Pertanyaan dasar yang sering terlewat

  • Siapa yang boleh membuat, melihat, mengubah, menyetujui, membatalkan, dan menghapus data?
  • Apa yang terjadi jika data tidak lengkap, ganda, terlambat, atau salah?
  • Apakah satu orang boleh memiliki lebih dari satu peran?
  • Dapatkah pengaju menyetujui permintaannya sendiri?
  • Data berasal dari aplikasi ini atau dari sistem lain?
  • Apa yang terjadi jika integrasi, jaringan, atau layanan pihak ketiga gagal?
  • Perubahan apa yang harus tercatat untuk audit?
  • Berapa lama data disimpan dan bagaimana data dihapus?
  • Apa yang dilakukan jika rilis baru bermasalah?

Jawaban penting harus dikonfirmasi kepada pihak yang tepat. Pemilik proses mengesahkan alur dan aturan. Pemilik data mengesahkan arti, akses, serta retensi data. Tim teknis mengesahkan kondisi sistem dan integrasi. Pengguna memvalidasi apakah solusi dapat dipakai pada pekerjaan nyata.

Pertanyaan refleksi: siapa satu pihak yang jawabannya paling mungkin mengubah desain aplikasi Anda?

Lecture 04

Proses, aturan, data, dan hak akses

Aplikasi adalah proses yang diterjemahkan ke dalam aturan, data, tampilan, dan tindakan sistem. Jika fondasinya tidak jelas, AI hanya akan membuat perkiraan yang terlihat seperti aplikasi.

Contoh kasus: aplikasi permintaan barang

Pemohon mengisi kebutuhan barang. Admin memeriksa kelengkapan. Pejabat yang berhak menyetujui atau menolak. Pemohon melihat status. Setiap perubahan penting harus tercatat.

Mulai → Pemohon membuat permintaan → Sistem memeriksa kelengkapan → Admin memverifikasi → Pejabat menyetujui atau menolak → Sistem mencatat keputusan → Pemohon melihat status → Selesai

Empat artefak fondasi

  1. Process map: alur normal, keputusan, pengembalian, pembatalan, kegagalan, dan pengecualian.
  2. Business rule register: kondisi, tindakan sistem, hasil, pemilik aturan, sumber, dan status konfirmasi.
  3. Data dictionary: arti, format, kewajiban, sumber, pemilik, validasi, akses, dan masa simpan setiap data.
  4. Access matrix: hak Lihat, Buat, Ubah, Setujui, Batalkan, Hapus, Ekspor, serta Kelola Pengguna untuk setiap peran.

Kriteria penerimaan yang mudah dipahami

Gunakan tiga unsur: kondisi awal, tindakan, dan hasil yang harus terjadi.

Kondisi awal: Pemohon sudah login dan seluruh field wajib telah diisi. Tindakan: Pemohon menekan tombol Kirim. Hasil yang harus terjadi: Sistem membuat satu nomor permintaan, menyimpan waktu pengiriman, mengubah status menjadi Menunggu Verifikasi, serta menampilkan data yang sama pada daftar permintaan pemohon.

Contoh negatif

Kondisi awal: Pengguna A sudah login. Tindakan: Pengguna A mencoba membuka permintaan milik Pengguna B dengan mengganti nomor pada URL. Hasil yang harus terjadi: Sistem menolak akses, tidak menampilkan data, dan mencatat kejadian sesuai kebijakan log.

Pertanyaan refleksi: apakah aplikasi sudah mendefinisikan tindakan yang harus ditolak, bukan hanya tindakan yang harus berhasil?

Lecture 05

Membandingkan tiga jalur solusi

Masalah tidak selalu membutuhkan aplikasi baru. Bisa jadi proses perlu disederhanakan, fitur pada sistem lama belum dimanfaatkan, atau platform no-code sudah cukup. Minta AI menawarkan jalur yang benar-benar berbeda.

⑤ Mode Three Paths · tiga pendekatan berbeda

“Saya ingin mencapai 〈tujuan〉. Kondisi saat ini adalah 〈konteks〉. Batasan saya meliputi 〈waktu, anggaran, tim, teknologi, data, dan kebijakan〉. Berikan tiga pendekatan yang benar-benar berbeda, misalnya memperbaiki proses tanpa aplikasi baru, memakai platform yang tersedia, dan membangun aplikasi khusus. Untuk setiap pendekatan, bandingkan manfaat, usaha, biaya relatif, waktu, risiko, kebutuhan data, keamanan, ketergantungan vendor, kemampuan pemeliharaan, dan siapa yang paling cocok menggunakannya. Nyatakan asumsi dan informasi yang masih perlu diverifikasi. Jangan mengarang harga atau kemampuan produk.”

⑧ Mode Decision Scoreboard · memilih dengan kriteria

“Saya perlu memilih antara 〈opsi A〉, 〈opsi B〉, dan 〈opsi C〉. Prioritas saya adalah 〈prioritas〉 dan batasan saya adalah 〈batasan〉. Susun kerangka keputusan dengan kriteria yang relevan. Usulkan bobot, tetapi jangan menganggap bobot itu sudah disetujui. Nilai setiap opsi hanya berdasarkan bukti yang saya berikan. Jika bukti tidak ada, tulis ‘belum dinilai’, bukan memberi skor dugaan. Tunjukkan trade-off, risiko tersembunyi, sensitivitas jika bobot berubah, dan rekomendasi bersyarat dalam bentuk ‘pilih X jika…; pilih Y jika…’.”

Kriteria keputusan yang dapat digunakan

  • Kesesuaian dengan proses dan kebutuhan pengguna.
  • Waktu menuju manfaat pertama.
  • Biaya awal dan biaya pemeliharaan.
  • Kemudahan integrasi dan migrasi.
  • Perlindungan data dan kontrol akses.
  • Kemampuan tim mengoperasikan.
  • Ketergantungan kepada vendor.
  • Skalabilitas, performa, audit, dan pelacakan perubahan.

Catat keputusan

Judul keputusan → Konteks → Pilihan yang dinilai → Kriteria → Keputusan → Alasan → Dampak → Risiko residual → Pemilik → Tanggal review

Pertanyaan refleksi: jika orang baru bergabung enam bulan lagi, dapatkah ia memahami mengapa teknologi atau pendekatan tersebut dipilih?

Lecture 06

Desain, arsitektur, integrasi, dan keamanan

Arsitektur tidak harus berupa gambar rumit. Bagi pemula, arsitektur adalah penjelasan tentang bagian aplikasi, data yang mengalir di antaranya, sistem yang terhubung, serta apa yang terjadi ketika salah satu bagian gagal.

Minimum yang harus terlihat pada desain

  • Pengguna dan perannya.
  • Antarmuka dan layanan atau modul utama.
  • Database serta jenis data penting.
  • Integrasi, kontrak API, dan pemiliknya.
  • Cara login dan pemeriksaan hak akses.
  • Tempat menyimpan file serta secret.
  • Log, monitoring, backup, dan pemulihan.
  • Batas development, staging, dan production.
  • Perilaku saat koneksi, database, atau integrasi gagal.

⑨ Mode Panel Review · melihat dari beberapa sudut

“Tinjau brief dan desain aplikasi berikut: 〈tempelkan bahan〉. Simulasikan review dari lima sudut: pengguna awam, pemilik proses, pengelola data, engineer aplikasi, dan spesialis keamanan. Untuk setiap sudut, jelaskan kebutuhan yang belum terpenuhi, risiko, pertanyaan, dan perubahan pertama yang disarankan. Tunjukkan bagian yang disepakati dan diperdebatkan. Jangan menciptakan aturan organisasi. Gabungkan hasilnya menjadi daftar rekomendasi dengan prioritas, pemilik konfirmasi, dan bukti yang dibutuhkan.”

Security by design untuk pemula

  • Apakah setiap pengguna benar-benar perlu melihat data tersebut?
  • Apakah server memeriksa hak akses, bukan hanya menyembunyikan tombol?
  • Apakah input diperiksa sebelum diproses?
  • Apakah password, token, dan secret tidak ditulis di kode atau prompt?
  • Apakah aktivitas penting tercatat tanpa menyimpan data sensitif berlebihan?
  • Apakah dependency berasal dari sumber tepercaya dan masih didukung?
  • Apakah backup telah diuji melalui restore?
  • Apakah AI dan tool hanya memperoleh akses minimum?
Jika aplikasi juga memakai AI sebagai fitur: tambahkan pengendalian terhadap prompt injection, kebocoran data, output tidak aman, kewenangan berlebihan, dan ketergantungan buta pada keluaran model.

Pertanyaan refleksi: jika akun pengguna biasa diambil alih, seberapa luas data dan tindakan yang dapat dijangkau akun tersebut?

Lecture 07

Menentukan MVP dengan prinsip 80/20

MVP bukan aplikasi besar yang fiturnya dipotong secara acak. MVP adalah versi terkecil yang menyelesaikan satu masalah penting dari awal sampai akhir, dapat digunakan oleh pengguna yang jelas, dan menghasilkan pembelajaran nyata.

⑩ Mode High Leverage · menemukan bagian paling berdampak

“Berikut daftar kebutuhan dan ide fitur untuk mencapai 〈tujuan〉: 〈daftar〉. Identifikasi sekitar 20 persen item yang kemungkinan memberi 80 persen manfaat awal. Nilai setiap item berdasarkan manfaat pengguna, pengurangan risiko, kewajiban proses, dependency, usaha relatif, dan kemampuan diuji. Jelaskan fitur yang masuk MVP, fitur yang ditunda, serta alasan setiap keputusan. Jangan memberi estimasi waktu atau biaya tanpa data kapasitas tim. Susun MVP sebagai alur kecil yang utuh dan buat kriteria penerimaannya.”

Contoh MVP aplikasi permintaan barang

Masuk MVP

  • Login dan pemeriksaan peran.
  • Membuat permintaan dengan data wajib.
  • Melihat daftar dan status permintaan sendiri.
  • Verifikasi kelengkapan oleh admin.
  • Persetujuan atau penolakan oleh pejabat.
  • Riwayat perubahan status.

Ditunda

  • Chat di dalam aplikasi.
  • Rekomendasi barang berbasis AI.
  • Dashboard analitik lanjutan.
  • Integrasi ke banyak vendor.
  • Aplikasi seluler native.

Pecah MVP menjadi vertical slice

Vertical slice adalah bagian kecil yang menyentuh seluruh lapisan yang diperlukan.

Pemohon mengisi data → Server memvalidasi → Data disimpan → Status ditampilkan → Hak akses diuji → Log penting tersedia

Pertanyaan refleksi: jika hanya satu alur boleh selesai minggu ini, alur mana yang paling cepat memberi manfaat atau mengurangi risiko terbesar?

Lecture 08

Membangun bagian kecil yang dapat diuji

Sebelum AI mengubah kode, berikan kontrak kerja. Kontrak menjelaskan apa yang boleh dibaca, apa yang boleh diubah, bagaimana hasil diuji, serta kapan AI harus berhenti dan meminta keputusan.

Kontrak implementasi minimum

  • Tujuan: perilaku pengguna atau sistem yang ingin dicapai.
  • Ruang lingkup: file atau modul yang relevan.
  • Di luar ruang lingkup: bagian yang tidak boleh disentuh.
  • Sumber kebenaran: brief, aturan, data, dokumentasi API, dan versi teknologi.
  • Kriteria penerimaan: perilaku yang harus lulus.
  • Larangan: tidak mengarang API, field, dependency, secret, atau hasil test.
  • Pengujian: perintah atau langkah yang harus dijalankan.
  • Keamanan: hak minimum dan tindakan yang membutuhkan persetujuan.
  • Rollback: cara membatalkan perubahan.
  • Bukti: file berubah, hasil test, keterbatasan, dan risiko tersisa.

Master prompt implementasi

“Anda membantu saya mengembangkan 〈nama aplikasi〉. Gunakan 〈app brief, aturan bisnis, data dictionary, access matrix, desain, dokumentasi, dan kode〉 sebagai sumber kebenaran. Tujuan perubahan ini adalah 〈tujuan〉. Ruang lingkupnya hanya 〈modul atau file〉; jangan mengubah 〈bagian terlarang〉. Sebelum mengubah apa pun: ① Ringkas kondisi saat ini berdasarkan bukti. ② Tulis Ⓕ fakta, Ⓐ asumsi, dan Ⓤ informasi yang belum diketahui. ③ Ajukan hanya pertanyaan yang jawabannya dapat mengubah implementasi. ④ Usulkan rencana perubahan kecil, risiko, test, dan rollback. Jangan mulai implementasi sampai rencana disetujui. Setelah disetujui: ⑤ Kerjakan satu vertical slice. ⑥ Jangan membuat nama API, tabel, kolom, paket, atau konfigurasi yang tidak ditemukan pada sumber atau dokumentasi versi yang digunakan. ⑦ Jalankan test yang disepakati. Jangan mengaku test lulus jika test tidak dijalankan. ⑧ Laporkan file yang berubah, hasil test aktual, keterbatasan, risiko tersisa, dan langkah verifikasi manual. ⑨ Berhenti dan minta persetujuan sebelum menghapus data, menjalankan migrasi yang sulit dibatalkan, memakai biaya, mengakses production, atau melakukan deployment.”

Aturan perubahan kecil

  • Satu tujuan untuk setiap perubahan.
  • Simpan kondisi awal pada version control.
  • Baca kode dan test terkait sebelum mengubah.
  • Jangan memperbaiki hal di luar scope tanpa persetujuan.
  • Jalankan test terdekat dan test integrasi yang relevan.
  • Periksa perbedaan file sebelum menerima hasil.
  • Catat keputusan, alasan, dan risiko tersisa.

Pertanyaan refleksi: jika perubahan AI harus dibatalkan lima menit kemudian, apakah Anda mengetahui file, data, dan konfigurasi yang perlu dipulihkan?

Lecture 09

Diagnosis sebelum perbaikan dan kritik sebelum persetujuan

Memperbaiki error tanpa memahami penyebab dapat memindahkan masalah atau menciptakan masalah baru. AI harus menghubungkan gejala dengan bukti, membuat hipotesis, dan menguji hipotesis tersebut.

④ Mode Diagnostician · mencari akar masalah

“Ada masalah pada 〈aplikasi, proses, desain, atau kode〉. Bukti yang tersedia adalah 〈pesan error, langkah reproduksi, waktu kejadian, log, metrik, perubahan terakhir, dan file terkait〉. Jangan langsung memperbaiki. Pisahkan analisis menjadi gejala, dampak, fakta, hipotesis akar penyebab, bukti yang mendukung atau membantah setiap hipotesis, serta prioritas pemeriksaan. Minta data tambahan jika diperlukan. Usulkan test diagnosis yang paling aman dan kecil. Setelah penyebab terverifikasi, ajukan perbaikan, test regresi, risiko, dan rollback. Jangan menyatakan akar penyebab tanpa bukti.”
Gejala → Dampak → Timeline → Perubahan terakhir → Hipotesis → Test pembeda → Akar penyebab terverifikasi → Perbaikan → Test regresi → Monitoring

⑥ Mode Toughest Critic · review dengan kriteria

“Review 〈brief, desain, kode, fitur, atau rencana rilis〉 berdasarkan 〈kebutuhan, kriteria penerimaan, standar, dan batasan〉. Nilai dari 1 sampai 10 untuk kejelasan, ketepatan terhadap sumber, kelengkapan, kemudahan penggunaan, keamanan, kemampuan diuji, dan kesiapan operasi. Untuk setiap nilai di bawah 9, tunjukkan kelemahan spesifik, bukti, dampak, dan perbaikan yang disarankan. Jangan menilai aspek yang tidak memiliki bukti; tandai sebagai ‘belum dapat dinilai’. Buat versi yang lebih kuat tanpa mengubah tujuan atau aturan yang sudah disetujui.”

Review yang baik menanyakan

  • Apakah hasil sesuai kebutuhan dan kriteria penerimaan?
  • Apakah ada aturan yang diciptakan tanpa sumber?
  • Apakah perubahan terlalu luas?
  • Apakah akses diperiksa pada server?
  • Apakah input, error, dan kondisi kosong ditangani?
  • Apakah perubahan merusak perilaku lama?
  • Apakah dependency dan konfigurasi sesuai versi?
  • Apakah test benar-benar dijalankan?
  • Apakah dokumentasi dan rollback diperbarui?

Pertanyaan refleksi: bukti apa yang membedakan “perbaikan terlihat masuk akal” dari “akar masalah benar-benar telah diperbaiki”?

Lecture 10

Test, rilis, monitoring, dan pemeliharaan

Aplikasi belum selesai ketika kode dapat dijalankan. Aplikasi baru siap digunakan setelah perilaku penting diuji, data dilindungi, kegagalan diantisipasi, rilis dapat dipantau, dan pemulihan tersedia.

Lapisan pengujian

01

Fungsi normal

Pengguna yang benar menjalankan tindakan yang benar dengan data yang valid.

02

Test negatif

Input salah, kondisi tidak lengkap, dan tindakan tanpa hak ditolak dengan aman.

03

Test batas

Nilai minimum, maksimum, kosong, duplikat, format salah, ukuran file, dan kondisi waktu diuji.

04

Integrasi

Pertukaran data dengan database, API, email, file, dan sistem lain sesuai kontrak.

05

Regresi

Perubahan baru tidak merusak fungsi lama yang masih diperlukan.

06

Keamanan

Autentikasi, otorisasi, input, secret, dependency, session, upload, log, dan konfigurasi diperiksa.

07

Performa

Respons, timeout, retry, transaksi ganda, beban, dan kegagalan dependency diuji secara relevan.

08

User Acceptance Test

Pemilik proses dan pengguna membuktikan pekerjaan nyata dapat diselesaikan.

Bukti test minimum

  • ID test dan kebutuhan yang diuji.
  • Kondisi awal serta data uji.
  • Langkah atau perintah yang dijalankan.
  • Hasil yang diharapkan dan hasil aktual.
  • Status lulus atau gagal.
  • Waktu, versi, dan lingkungan.
  • Log, tangkapan layar, atau laporan otomatis yang relevan.
  • Nama pemeriksa dan catatan keterbatasan.

Gate sebelum rilis

  • Kebutuhan dan aturan dalam rilis telah disetujui.
  • Seluruh kriteria penerimaan mempunyai hasil test.
  • Temuan kritis dan tinggi telah ditangani atau diterima pihak berwenang.
  • Migrasi data diuji menggunakan salinan yang aman.
  • Backup tersedia dan restore pernah diuji.
  • Monitoring, alert, release plan, PIC, dan komunikasi siap.
  • Rollback mempunyai kondisi pemicu, langkah, PIC, dan batas keputusan.
  • Tidak ada secret di kode, log, prompt, atau dokumen publik.

Monitor setelah rilis

  • Tingkat keberhasilan transaksi dan waktu respons.
  • Jumlah error, timeout, serta pola login atau akses mencurigakan.
  • Kapasitas antrean, server, database, dan penyimpanan.
  • Kesesuaian data dengan sumber.
  • Langkah tempat pengguna berhenti dan keluhan yang berulang.

Pertanyaan refleksi: jika pembuat aplikasi tidak tersedia besok, dapatkah orang lain memahami sistem, memulihkan layanan, dan melanjutkan pengembangan dari dokumen yang ada?

Sepuluh mode AI dalam satu alur

  1. Strategist: menentukan masalah, pengguna, arah, dan ukuran keberhasilan.
  2. Brief Builder: mengubah ide kasar menjadi app brief yang dapat diperiksa.
  3. Challenger: menantang asumsi dan mencari risiko.
  4. Diagnostician: mencari akar penyebab berdasarkan bukti.
  5. Three Paths: menawarkan tiga jalur solusi yang berbeda.
  6. Toughest Critic: mereview hasil berdasarkan kriteria.
  7. Question Finder: menemukan pertanyaan yang dapat mengubah solusi.
  8. Decision Scoreboard: membandingkan pilihan secara transparan.
  9. Panel Review: melihat desain dari beberapa sudut kepentingan.
  10. High Leverage: memilih sedikit pekerjaan dengan dampak terbesar.

Urutan proyek baru: Strategist → Brief Builder → Challenger → Question Finder → Three Paths → Decision Scoreboard → Panel Review → High Leverage → Implementasi kecil → Toughest Critic → Test dan rilis.

Diagnostician digunakan setiap kali muncul masalah; tidak perlu menunggu proyek selesai.

Template prompt kerja harian

PERAN KERJA “Bertindaklah sebagai 〈analis produk, arsitek, developer, tester, reviewer, atau peran lain〉 untuk membantu 〈tujuan〉.” KONTEKS “Kondisi saat ini adalah 〈fakta, proses, teknologi, pengguna, dan masalah〉.” SUMBER KEBENARAN “Gunakan 〈dokumen, file, data, API, kode, log, dan versi dokumentasi〉. Jika sumber berbeda, prioritaskan 〈sumber yang berwenang〉 dan laporkan perbedaannya.” RUANG LINGKUP “Kerjakan hanya 〈bagian〉. Jangan mengubah atau menyimpulkan 〈bagian di luar ruang lingkup〉.” HASIL YANG DIHARAPKAN “Berikan 〈format output〉 yang berisi 〈elemen wajib〉.” KRITERIA PENERIMAAN “Hasil dianggap selesai jika 〈perilaku atau ukuran yang dapat diuji〉.” ATURAN KETIDAKPASTIAN “Pisahkan Ⓕ fakta, Ⓐ asumsi, Ⓓ keputusan, dan Ⓤ belum diketahui. Jangan mengarang. Jika informasi kurang, tanyakan atau nyatakan keterbatasan.” ATURAN VALIDASI “Hubungkan klaim dengan sumber. Jalankan 〈test〉 bila akses tersedia. Jangan menyatakan test lulus jika tidak dijalankan. Berikan hasil aktual dan risiko tersisa.” ATURAN KEAMANAN “Jangan menampilkan atau menyimpan secret. Gunakan akses minimum. Minta persetujuan sebelum tindakan yang memengaruhi data, biaya, production, atau pengguna.”

Checkpoint anti-halusinasi

  • Sumber, versi, tanggal, dan ruang lingkup yang digunakan jelas.
  • Klaim penting dapat dilacak ke sumber atau hasil test.
  • Fakta dipisahkan dari asumsi, keputusan, dan unknown.
  • AI mengakui keterbatasan ketika bukti tidak cukup.
  • Nama file, tabel, field, API, fungsi, dan paket benar-benar ada.
  • Contoh dan konfigurasi sesuai versi yang digunakan.
  • Test benar-benar dijalankan dan hasil aktualnya dicatat.
  • Test negatif, akses, error, batas, dan regresi ikut diperiksa.
  • Data sensitif dan secret tidak dimasukkan ke prompt atau bukti publik.
  • Backup, rollback, monitoring, PIC, dan persetujuan tersedia.

Log halusinasi dan koreksi

Jangan hanya menghapus jawaban AI yang salah. Catat pola kesalahannya agar prompt, sumber, test, dan proses kerja dapat diperbaiki.

ID → Tanggal → Klaim AI → Mengapa dicurigai → Sumber pembanding → Cara verifikasi → Hasil → Koreksi → Dampak ke bagian lain → Tindakan pencegahan

Contoh: AI menyatakan kolom approval_status sudah tersedia. Pemeriksaan pada migration dan skema staging menunjukkan kolom tersebut tidak ada. Solusinya adalah menggunakan status pada tabel yang telah disetujui dalam desain. Pencegahannya: AI wajib membaca migration dan skema aktual sebelum menyebut field.

Assignments

A1

Problem and Source Map

Pilih satu masalah nyata. Identifikasi pengguna, dampak, kondisi saat ini, tujuan, pemilik proses, pemilik data, sumber kebenaran, dan informasi yang belum tersedia.

Output: Problem Statement, Stakeholder Map, dan Source Map.

A2

App Brief

Gunakan Mode Strategist dan Brief Builder. Konfirmasi minimal tiga informasi kepada pihak yang tepat tanpa mengubah asumsi menjadi fakta.

Output: App Brief beserta daftar fakta, asumsi, keputusan, dan pertanyaan.

A3

Paket Fondasi Aplikasi

Petakan alur normal dan minimal tiga pengecualian. Buat aturan bisnis, kamus data, matriks akses, serta kriteria penerimaan positif dan negatif.

Output: Process Map, Business Rule Register, Data Dictionary, Access Matrix, dan Acceptance Criteria.

A4

Tiga Jalur dan Keputusan

Bandingkan tiga pendekatan berbeda menggunakan kriteria berbobot. Tandai skor yang belum mempunyai bukti.

Output: Options Analysis, Decision Scorecard, dan Architecture Decision Record.

A5

MVP dan Vertical Slice

Tentukan alur terkecil yang memberi manfaat nyata, lalu pecah menjadi bagian yang dapat diuji.

Output: MVP Scope, daftar di luar scope, backlog prioritas, dan urutan vertical slice.

A6

Implementasi dan Review

Implementasikan satu vertical slice pada lingkungan uji. Gunakan kontrak implementasi, jalankan test, lalu lakukan review ketat.

Output: Daftar perubahan, hasil test, review record, risiko tersisa, dan verifikasi manual.

A7

Diagnosis dan Release Readiness

Diagnosis satu masalah berdasarkan bukti, usulkan perbaikan, uji regresi, dan susun rencana rilis serta rollback.

Output: Diagnostic Report, Test Report, Release Plan, Rollback Plan, Monitoring Plan, dan Runbook.

Urutan penerapan yang disarankan

Tabel dapat digeser ke kanan atau kiri pada perangkat seluler.

TahapTujuanTindakan utamaGate sebelum lanjut
MulaiMencegah masalah palsu dan kebocoran data.Validasi masalah, pemilik, sumber, izin, serta klasifikasi data.Masalah nyata, sumber tersedia, dan data aman untuk digunakan.
DefinisiMengurangi ruang AI untuk menebak.Susun brief, proses, aturan, data, akses, dan acceptance criteria.Pemilik proses serta data mengonfirmasi bagian kritis.
DesainMemilih solusi yang tepat dan dapat dipelihara.Bandingkan alternatif, nilai risiko, buat desain, dan tentukan MVP.Keputusan, trade-off, risiko residual, dan scope disetujui.
BuildMenghasilkan perubahan kecil yang dapat dibuktikan.Bangun vertical slice, review perbedaan, jalankan test, dan catat bukti.Kriteria penerimaan lulus dan risiko perubahan dipahami.
ReleaseMemindahkan perubahan secara terkendali.UAT, backup, release plan, monitoring, komunikasi, dan rollback.Go atau no-go diputuskan pihak berwenang.
OperateMenjaga manfaat dan belajar dari kondisi nyata.Monitor transaksi, error, performa, keamanan, keluhan, dan known error.Hasil operasi masuk ke backlog dan evaluasi berikutnya.

Self-Assessment

Buka setiap pertanyaan setelah menulis jawaban sendiri.

1. Mengapa perintah “buatkan aplikasi pengadaan” berisiko menghasilkan aplikasi yang salah?

Kunci: Pengguna, masalah, alur, aturan, data, persetujuan, integrasi, keamanan, dan ukuran berhasil belum dijelaskan. AI akan terdorong mengisi kekosongan dengan pola umum atau dugaan.

2. Apa perbedaan fakta dan asumsi?

Kunci: Fakta didukung sumber atau observasi yang dapat diperiksa. Asumsi adalah dugaan sementara yang masih memerlukan konfirmasi.

3. Apakah prompt yang sangat rinci menjamin AI tidak berhalusinasi?

Kunci: Tidak. Prompt yang baik mengurangi ketidakjelasan, tetapi hasil tetap perlu dibatasi pada sumber, diuji, dan direview.

4. Mengapa tampilan bagus belum membuktikan aplikasi benar?

Kunci: Tampilan tidak membuktikan aturan bisnis, kualitas data, hak akses, integrasi, keamanan, performa, dan pemulihan telah bekerja.

5. Apa fungsi kriteria penerimaan?

Kunci: Menjelaskan perilaku yang dapat diamati untuk menentukan apakah kebutuhan benar-benar terpenuhi.

6. Mengapa test negatif diperlukan?

Kunci: Aplikasi harus membuktikan input salah, kondisi tidak lengkap, dan tindakan tanpa hak ditolak secara aman, bukan hanya membuktikan alur normal berhasil.

7. Kapan AI boleh menyatakan test lulus?

Kunci: Hanya ketika test benar-benar dijalankan pada lingkungan yang disebutkan dan hasil aktualnya tersedia sebagai bukti.

8. Mengapa aplikasi sebaiknya dibangun dalam vertical slice?

Kunci: Bagian kecil yang utuh lebih mudah dipahami, diuji, direview, didemonstrasikan, dan dibatalkan jika salah.

9. Mengapa AI perlu diberi hak akses minimum?

Kunci: Untuk membatasi dampak jika instruksi salah, konteks keliru, tool gagal, atau AI mencoba tindakan di luar kebutuhan.

10. Apa perbedaan diagnosis dan menebak perbaikan?

Kunci: Diagnosis menghubungkan gejala, fakta, hipotesis, dan test pembeda sampai penyebab terverifikasi. Menebak langsung mengubah sistem tanpa memastikan penyebab.

11. Siapa yang berhak menetapkan aturan bisnis?

Kunci: Pemilik proses atau pihak yang diberi kewenangan, bukan AI dan bukan developer yang hanya menebak dari kebiasaan umum.

12. Kapan aplikasi siap production?

Kunci: Setelah kebutuhan disetujui, kriteria penerimaan lulus, risiko dinilai, akses dan data dilindungi, deployment terencana, monitoring siap, serta backup dan rollback dapat digunakan.

Capstone

Buat Paket Pengembangan Aplikasi Berbantuan AI untuk satu aplikasi sederhana yang menyelesaikan masalah nyata. Aplikasi boleh berupa prototype, no-code, low-code, atau kode khusus. Penilaian tidak berfokus pada banyaknya halaman, tetapi pada ketepatan kebutuhan, keterlacakan keputusan, bukti pengujian, keamanan dasar, dan kesiapan pengelolaan.

Deliverable wajib

  1. Pernyataan masalah, tujuan, pengguna, ukuran keberhasilan, ruang lingkup, dan batasan.
  2. Source Map serta daftar Ⓕ fakta, Ⓐ asumsi, Ⓓ keputusan, dan Ⓤ belum diketahui.
  3. Process Map dengan alur normal dan minimal tiga pengecualian.
  4. Business Rule Register, Data Dictionary, dan Access Matrix.
  5. Tiga alternatif solusi, Decision Scorecard, dan catatan keputusan.
  6. Desain yang menunjukkan pengguna, komponen, data, integrasi, keamanan, log, backup, dan kegagalan.
  7. Scope MVP, backlog prioritas, serta minimal satu vertical slice yang dapat didemonstrasikan.
  8. Kriteria penerimaan dan test matrix yang mencakup test positif, negatif, batas, akses, integrasi, dan regresi.
  9. Bukti hasil test aktual tanpa secret atau data pribadi.
  10. Hallucination and Correction Log yang memuat minimal tiga pemeriksaan klaim AI.
  11. Review Record, Risk Register, dan daftar known error.
  12. Release Plan, Rollback Plan, Monitoring Plan, Runbook, dan dokumentasi handover.

Rubrik penilaian

Tabel dapat digeser ke kanan atau kiri pada perangkat seluler.

Dimensi0 — Belum ada1 — Dasar2 — Memadai3 — Kuat
Masalah dan kebutuhanMasalah dan pengguna tidak jelas.Ada daftar fitur, tetapi hubungan dengan masalah lemah.Masalah, pengguna, tujuan, proses, dan acceptance criteria terhubung.Kebutuhan dikonfirmasi, pengecualian dipetakan, dan ukuran keberhasilan dapat diuji.
Sumber dan anti-halusinasiHasil AI diterima tanpa pemeriksaan.Ada beberapa sumber, tetapi fakta dan asumsi bercampur.Status informasi dipisahkan dan klaim penting dapat dilacak.Konflik sumber ditangani, log koreksi tersedia, dan proses diperbaiki.
Data, desain, dan keamananData dan akses tidak didefinisikan.Struktur dasar ada, tetapi risiko belum ditangani.Data, peran, integrasi, validasi, log, backup, dan kontrol utama tersedia.Desain membahas kegagalan, least privilege, recovery, retensi, dan risiko residual.
Implementasi dan testHanya berupa tampilan atau klaim.Alur normal bekerja, tetapi bukti terbatas.Satu vertical slice lulus test positif, negatif, dan regresi yang relevan.Hasil dapat diulang dan keterlacakan kebutuhan ke test jelas.
Rilis dan keberlanjutanTidak ada rencana operasi.Rilis dapat dilakukan, tetapi monitoring dan rollback belum jelas.Rilis, monitoring, backup, rollback, runbook, dan PIC tersedia.Pemulihan disimulasikan, handover dapat digunakan, dan operasi menjadi masukan perbaikan.

Nilai maksimum: 15. Rekomendasi kelulusan mandiri: minimal 11 tanpa nilai 0 pada dimensi mana pun.

Definition of done

  • Masalah, pengguna, tujuan, dan ukuran keberhasilan disetujui.
  • Setiap aturan penting mempunyai sumber dan pemilik.
  • Fakta, asumsi, keputusan, dan unknown tidak dicampur.
  • Scope MVP dan hal di luar scope dinyatakan jelas.
  • Data, hak akses, integrasi, dan kondisi kegagalan dipetakan.
  • Satu alur bernilai berjalan dari awal sampai akhir.
  • Test positif, negatif, akses, error, dan regresi telah dijalankan.
  • Klaim AI penting telah diverifikasi dengan bukti.
  • Tidak ada secret atau data pribadi pada prompt dan bukti publik.
  • Risiko tersisa, known error, dan keterbatasan dicatat.
  • Release plan, monitoring, backup, rollback, dan PIC tersedia.
  • Orang lain dapat melanjutkan proyek dari artefak handover.

FAQ dan Referensi

Apakah orang yang tidak bisa coding dapat mengikuti course ini?

Ya. Bagian terpenting adalah memahami masalah, proses, data, kebutuhan, risiko, dan pengujian. Implementasi dapat memakai prototype, no-code, low-code, atau dibantu orang yang memahami pengembangan aplikasi.

Apakah cukup memberi AI satu prompt untuk membuat seluruh aplikasi?

Untuk demo kecil mungkin terlihat berhasil. Untuk aplikasi nyata, cara tersebut menyulitkan pemeriksaan dan memperbesar risiko asumsi tersembunyi. Gunakan tahapan, persetujuan, vertical slice, dan test.

AI mana yang paling baik untuk membuat aplikasi?

Tidak ada satu jawaban yang selalu benar. Nilai kebutuhan, bahasa dan teknologi, kemampuan membaca konteks, integrasi tool, keamanan data, biaya, batas penggunaan, dan kemampuan tim memverifikasi hasil. Uji kandidat memakai tugas serta kriteria yang sama.

Apakah AI boleh memilih teknologi?

AI boleh mengusulkan dan membandingkan. Keputusan tetap mempertimbangkan kebutuhan, kebijakan, kemampuan tim, biaya total, dukungan versi, keamanan, integrasi, serta pemeliharaan.

Bagaimana jika seluruh kebutuhan belum diketahui?

Catat hal yang belum diketahui, tanyakan kepada pihak yang tepat, buat prototype untuk belajar, dan batasi keputusan yang sulit dibalik. Jangan meminta AI menyamarkan ketidakpastian dengan jawaban pasti.

Apakah hasil AI harus selalu diperiksa manusia?

Semakin besar dampaknya terhadap data, uang, keselamatan, hak pengguna, keamanan, dan operasi, semakin kuat pemeriksaan manusia yang dibutuhkan. Pekerjaan rutin berisiko rendah dapat lebih otomatis setelah kontrol dan evaluasinya matang.

Bolehkah database, password, atau token dimasukkan ke AI?

Jangan memasukkan secret. Gunakan data contoh atau data yang telah disamarkan, mekanisme penyimpanan secret yang tepat, dan kebijakan organisasi. Berikan AI hanya akses yang diperlukan dan dapat dicabut.

Jika kode berhasil di laptop, apakah siap production?

Belum. Konfigurasi, data, traffic, hak akses, jaringan, integrasi, monitoring, backup, dan deployment dapat berbeda. Uji pada staging yang representatif dan gunakan release gate.

Bagaimana memastikan AI tidak mengarang API atau field database?

Berikan dokumentasi dan skema aktual, batasi jawaban pada sumber itu, minta AI menunjuk asal setiap nama, lalu periksa melalui kode, migration, skema staging, atau request API yang aman.

Apakah meminta AI “berpikir lebih dalam” sudah cukup?

Belum. Yang lebih penting adalah sumber kebenaran, pertanyaan tepat, batas scope, kriteria penerimaan, test aktual, dan persetujuan manusia.

Apakah AI dapat menguji kodenya sendiri?

AI dapat menulis dan menjalankan test jika mempunyai tool serta lingkungan yang sesuai. Namun, test yang salah dapat meluluskan kode yang salah. Kebutuhan, data uji, expected result, cakupan, dan hasilnya tetap harus direview.

Apa yang dilakukan jika dua jawaban AI berbeda?

Jangan memilih jawaban yang paling meyakinkan. Bandingkan asumsi, sumber, versi, dan test yang digunakan. Jalankan pemeriksaan pembeda. Perbedaan adalah sinyal bahwa keputusan belum cukup terikat pada bukti.

Siapa yang bertanggung jawab jika aplikasi buatan AI salah?

AI bukan pemilik proses dan bukan penanggung jawab organisasi. Pihak yang merancang, menyetujui, mengoperasikan, serta menggunakan aplikasi tetap bertanggung jawab sesuai perannya.

Mulai dari Masalah, Selesaikan dengan Bukti

Pilih satu masalah kecil yang nyata. Temui pengguna dan pemilik proses. Kumpulkan sumber yang benar. Buat app brief. Pisahkan fakta dari asumsi. Bandingkan beberapa jalur. Pilih satu MVP. Bangun satu alur kecil. Uji tindakan yang harus berhasil dan yang harus ditolak. Catat bukti, risiko, serta keputusan. Baru setelah itu lanjutkan ke fitur berikutnya.

Jangan sekadar memberi AI tugas. Berikan masalah yang perlu dipahami, sumber yang harus dihormati, batas yang tidak boleh dilanggar, dan bukti yang harus dihasilkan.

Informasi perusahaan dan materi edukasi lain tersedia di website PT Mitra Solusindo Pratama.

Catatan editorial: Course ini merupakan materi edukasi umum. Materi tidak menjamin AI atau aplikasi bebas kesalahan, tidak menggantikan review profesional, dan tidak memberikan izin untuk mengakses sistem milik pihak lain. Terapkan perubahan hanya pada sistem yang Anda miliki atau yang memberikan izin. Sesuaikan praktik dengan arsitektur, teknologi, data, kebijakan, hukum, dan tingkat risiko. Gunakan staging, version control, backup, rollback, least privilege, change management, serta review tenaga yang kompeten sebelum penerapan pada production. Nama menu, kemampuan produk, model, dan versi dapat berubah setelah course diterbitkan.

Kutip Artikel Ini:

Memuat format sitasi...
PT Mitra Solusindo Pratama OpenCourseWare © 2026 by Hilfan Soeltansyah is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 InternationalCreative Commons Attribution 4.0 International license. Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 InternationalAttribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.NonCommercial — You may not use the material for commercial purposes.ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Location: Jakarta, Indonesia

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silakan ajukan pertanyaan, kritik, maupun saran.

PT MSP Bandung

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage