Juni 2011

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image PT Mitra Solusindo Pratama, PT MSP

30 Juni 2011

Jasa Maintenance Mesin Industri dan Kontrak Perawatan Berkala

Pemeriksaan kondisi oli sebagai bagian dari jasa maintenance mesin industri dan perawatan berkala
Ilustrasi pemeriksaan kondisi oli atau pelumasan. Titik inspeksi aktual mengikuti jenis mesin, manual, kondisi, dan scope yang disepakati.
Kontrak AMC • Preventive • Corrective

RAB maintenance yang baik dimulai dari daftar mesin dan batas layanan yang jelas

Jasa maintenance mesin industri tidak seharusnya dibandingkan hanya dari harga per kunjungan. Kontrak perawatan berkala perlu menjelaskan aset yang dilayani, checklist, frekuensi, jam layanan, klasifikasi gangguan, target respons, suku cadang, dokumentasi, keselamatan, pengecualian, dan mekanisme persetujuan pekerjaan tambahan.

Asset register dan criticality SLA dan batas cakupan Checklist dan bukti pekerjaan
Jawaban untuk pembeli jasa

Apa yang perlu dipastikan sebelum menandatangani kontrak maintenance?

Tim engineering, facility, plant, procurement, dan finance memerlukan sudut pandang yang sama. Empat komponen berikut membantu membedakan kontrak yang dapat dikelola dari penawaran yang masih terlalu umum.

Daftar aset

Machine ID, merek, tipe, kapasitas, lokasi, jam operasi, criticality, kondisi, dan riwayat harus dapat ditelusuri.

Scope tertulis

Tentukan kegiatan per jenis mesin, frekuensi, deliverable, suku cadang, batas pekerjaan, serta tanggung jawab pelanggan.

SLA terukur

Definisikan jam layanan, kanal laporan, prioritas, target acknowledgment, target kehadiran bila ada, eskalasi, dan pengecualian.

Bukti dan review

Checklist, foto, hasil ukur, temuan, pekerjaan, part, open item, persetujuan, dan evaluasi periodik perlu mempunyai format.

Prinsip utama: AMC membantu menata jadwal, pemeriksaan, pekerjaan, dokumentasi, dan tindak lanjut. AMC tidak otomatis menjamin mesin tidak pernah rusak dan tidak otomatis mencakup seluruh repair, overhaul, suku cadang, panggilan darurat, atau dukungan tanpa batas.

Model layanan

Pilih model berdasarkan kondisi aset dan kebutuhan operasional

Tidak semua perusahaan membutuhkan kontrak tahunan sejak awal. Model layanan dapat dimulai dari survey, satu kunjungan preventive, pekerjaan corrective, atau AMC setelah kondisi serta prioritas mesin dipetakan.

Geser tabel ke kanan atau kiri untuk membaca semua kolom.

Model Sesuai untuk Output yang dapat dibahas Batas yang perlu ditegaskan
Survey kondisi Daftar mesin belum lengkap, kondisi belum terpetakan, atau RAB belum mempunyai baseline. Identifikasi aset, temuan awal, prioritas, kebutuhan pemeriksaan lanjutan, dan basis scope/RAB. Kedalaman inspeksi, alat ukur, running test, shutdown, laporan, biaya, dan tindak lanjut.
Maintenance per kunjungan Kebutuhan preventive tertentu tanpa kontrak jangka panjang atau untuk menilai pola kerja awal. Checklist dan laporan sesuai quotation satu kunjungan. Mesin, kegiatan, durasi, consumable, pengujian, serta pekerjaan tambahan.
Corrective / troubleshooting Mesin menunjukkan gangguan, abnormality, penurunan fungsi, kebocoran, suara, atau getaran berbeda. Diagnosis, tindakan yang disetujui, hasil uji, open item, dan rekomendasi. Diagnosis tidak selalu berarti semua kerusakan dapat langsung diperbaiki; part/OEM dapat diperlukan.
AMC preventive Perusahaan membutuhkan program berkala, checklist konsisten, kalender, dan laporan. Asset register, jadwal, kunjungan, checklist, laporan, temuan, dan review sesuai kontrak. Jam layanan, emergency call, suku cadang, overtime, mobilisasi, overhaul, dan target respons.
AMC khusus / hibrida Critical asset, beberapa site, pola shift khusus, atau kebutuhan dukungan gangguan tertentu. Cakupan preventive dan dukungan insiden yang disusun berdasarkan kebutuhan aktual. Klasifikasi prioritas, kapasitas dukungan, response window, escalation, stock part, dan dependensi.

Jangan memakai istilah “full service” tanpa definisi. Tuliskan jumlah kunjungan, jam teknisi, jenis pekerjaan, call-out, transportasi, consumable, part, alat bantu, laporan, pengecualian, dan mekanisme quotation tambahan secara terpisah.

Jenis mesin dan peralatan

Kategori mesin yang dapat diajukan untuk survey teknis

Kategori berikut bukan janji bahwa semua merek dan kondisi otomatis dapat ditangani. Kelayakan ditentukan setelah identitas mesin, sistem kontrol, kondisi, manual, alat, spare part, keselamatan, dan kebutuhan personel khusus diperiksa.

Mesin workshop

Mesin bubut, milling, drilling, dan mesin kerja bengkel lainnya berdasarkan tipe serta kondisi aktual.

Rotating equipment

Motor listrik, gearbox, pompa, fan, dan blower dengan titik pemeriksaan sesuai desain dan fungsi.

Material handling

Conveyor dan sistem pemindahan material, termasuk komponen penggerak serta kontrol yang masuk scope.

Pneumatik

Kompresor dan unit pendukung sistem pneumatik sesuai data, akses, keselamatan, dan kebutuhan alat.

Hidrolik

Power unit, actuator, valve, hose, kebocoran, dan komponen pendukung yang disepakati untuk diperiksa.

Panel dan elektrikal mesin

Panel kontrol dan komponen kelistrikan mesin, dengan batas terhadap modifikasi desain atau pemrograman khusus.

Mesin produksi khusus

Peralatan khusus dapat diajukan dengan nameplate, manual, drawing, gejala, dan kebutuhan proses untuk kajian teknis.

Peralatan pendukung

Unit pendukung produksi dapat dibahas apabila fungsi, interface, utilitas, dan responsibility boundary jelas.

Multi-merek dan legacy

Perlu kajian ketersediaan data, part, software, tooling, kompetensi, obsolescence, dan kemungkinan keterlibatan OEM.

Lihat informasi layanan utama pada halaman Jasa Maintenance Mesin Industri dan Kontrak AMC PT MSP Bandung. Untuk pekerjaan rekondisi yang memerlukan pembongkaran, pemulihan, alignment, dan acceptance khusus, pelajari juga Jasa Refurbish Mesin Bubut, Milling, dan Mesin Industri.

SLA yang dapat dikelola

Target respons harus mempunyai jam mulai, jam berhenti, dan pengecualian

Kata “respons cepat” tidak cukup. SLA perlu membedakan penerimaan laporan, remote triage, penjadwalan atau mobilisasi, diagnosis, penyediaan part, perbaikan, dan pemulihan fungsi. Target aktual hanya berlaku setelah tertulis dalam kontrak.

Geser tabel ke kanan atau kiri untuk membaca semua kolom.

Kelas kebutuhan Contoh kondisi Yang perlu disepakati Catatan penting
Terencana Kunjungan preventive, inspeksi berkala, atau pekerjaan pada shutdown window. Jadwal, toleransi perubahan, konfirmasi akses, durasi, personel, alat, part, dan cancel/reschedule rule. Schedule compliance dinilai terhadap kalender yang telah disetujui.
Temuan rutin Defect yang belum mengganggu fungsi tetapi membutuhkan monitoring atau tindakan terencana. Prioritas, batas waktu review, quotation, persetujuan, rencana tindakan, dan owner. Penemuan defect tidak otomatis berarti corrective work sudah termasuk kontrak.
Abnormal / menurun Mesin masih berjalan tetapi ada getaran, suara, kebocoran, panas, alarm, atau hasil proses menurun. Kanal laporan, data awal, remote triage, response clock, on-site target bila tersedia, serta escalation. Keselamatan dan keputusan stop/run berada pada prosedur serta kewenangan site.
Kritis / berhenti Mesin berhenti, fungsi kritis hilang, atau terdapat potensi bahaya yang memerlukan pengamanan. Jam layanan, acknowledgment, remote support, mobilisasi, akses, izin, part, OEM, dan batas kewenangan. Target respons bukan jaminan waktu perbaikan; diagnosis, part, akses, dan kerusakan menentukan recovery.

Bedakan response time dan resolution time. Response time dapat berarti konfirmasi tiket atau dimulainya triage. Resolution time dipengaruhi diagnosis, akses, shutdown, kompetensi, suku cadang, pekerjaan pihak ketiga, OEM, dan persetujuan biaya. Definisi harus tertulis agar tidak menimbulkan ekspektasi berbeda.

Checklist maintenance

Checklist dibangun per mesin, bukan satu formulir generik

Titik pemeriksaan harus mengikuti fungsi, manual, failure history, criticality, lingkungan, persyaratan keselamatan, dan scope. Format berikut menunjukkan struktur informasi; bukan prosedur teknis universal untuk semua mesin.

Sebelum kunjungan

Identitas: machine ID, nameplate, lokasi, fungsi, dan status operasi.
Riwayat: gangguan, alarm, repair, part, hasil ukur, dan maintenance terakhir.
Rencana kerja: tanggal, shutdown, izin, hazard, isolasi energi, akses, alat, dan PIC.
Kesiapan: manual, drawing, consumable, part, utility, lifting, dan housekeeping.

Saat pekerjaan

Kondisi awal: visual, kebersihan, kebocoran, suara, getaran, temperatur, alarm, dan indikasi lain sesuai scope.
Pekerjaan: pemeriksaan, pembersihan, pelumasan, pengencangan, penyetelan, atau penggantian yang disetujui.
Rekaman: nilai pengukuran, alat/metode bila relevan, part, consumable, foto, temuan, dan deviasi.
Hold point: pekerjaan dihentikan apabila ada temuan di luar scope, risiko, atau kebutuhan approval tambahan.

Pengujian dan release

Pre-start: penutup, alat, area, kabel/selang, label, level, dan kondisi aman diverifikasi sesuai tanggung jawab.
Functional test: fungsi yang masuk scope diuji dengan kriteria dan saksi yang disepakati.
Status: accepted, accepted with open item, perlu retest, atau tidak dapat diuji beserta alasannya.
Release: penyerahan kembali mengikuti prosedur site dan kewenangan penanggung jawab mesin.

Setelah kunjungan

Laporan: scope, pekerjaan, temuan, nilai, part, foto, hasil uji, dan status.
Prioritas: setiap rekomendasi mempunyai alasan, urgensi, risiko, owner, dan target review.
Approval: corrective work atau penggantian tambahan menunggu persetujuan sesuai mekanisme kontrak.
Berikutnya: jadwal kunjungan, monitoring, quotation, retest, atau eskalasi diperbarui.
Dokumentasi kontrak

Dokumen harus membantu keputusan, bukan hanya menambah arsip

Kedalaman dokumentasi disesuaikan dengan jumlah mesin, criticality, risiko, regulasi internal, dan kebutuhan audit. Setiap deliverable wajib disebutkan dalam penawaran agar format, frekuensi, penanggung jawab, serta waktu penyerahannya jelas.

Baseline dan perencanaan

Asset register dan identitas mesin dalam scope.
Hasil survey atau condition baseline yang disetujui.
Maintenance plan, frekuensi, kalender, shutdown, dan responsibility matrix.
Checklist per kategori atau machine ID serta revision control.

Rekaman kunjungan

Tanggal, waktu, teknisi, PIC, mesin, dan status akses.
Pekerjaan, foto, hasil ukur, temuan, part/consumable, dan hasil uji.
Deviation, open item, restriction, approval, dan status release.
Rekomendasi serta tanggal atau kondisi untuk tindak lanjut.

Gangguan dan corrective work

Waktu laporan, acknowledgment, triage, kehadiran, dan update status sesuai definisi SLA.
Gejala, kondisi, evidence, diagnosis sementara/final, dan tindakan.
Part, pihak ketiga, OEM, biaya, approval, dan dampak terhadap waktu.
Verification, recovery status, recurrence monitoring, dan closure.

Evaluasi periodik

Kunjungan terencana versus selesai dan alasan deviasi.
Temuan terbuka, overdue, berulang, dan corrective action.
Pemakaian part/consumable, risiko lead time, dan kebutuhan stock.
Perubahan asset, criticality, checklist, frekuensi, scope, dan anggaran.
KPI dan evaluasi

Contoh indikator yang dapat disepakati tanpa menjanjikan hasil generik

KPI dipilih berdasarkan data yang tersedia dan tanggung jawab masing-masing pihak. Kontrak tidak seharusnya membebankan hasil yang dipengaruhi operasi, material, operator, OEM, atau vendor lain kepada satu pihak tanpa mekanisme atribusi yang jelas.

Geser tabel ke kanan atau kiri untuk membaca semua kolom.

Indikator Definisi yang perlu dikunci Sumber data Batas interpretasi
Schedule complianceKunjungan terencana yang selesai dalam window dibandingkan total kunjungan jatuh tempo.Kalender, work order, reschedule/cancel record, dan laporan kunjungan.Pisahkan penundaan vendor, akses site, produksi, part, dan force majeure.
Ketepatan laporanLaporan yang diterima dalam waktu yang disepakati setelah pekerjaan selesai.Tanggal selesai, submit, revisi, approval, serta versi laporan.Tentukan kapan laporan dianggap lengkap dan apakah revisi menghentikan clock.
Response timeSelisih antara laporan valid dan acknowledgment atau dimulainya triage.Tiket, WhatsApp/email resmi, call log, dan timestamp update.Tidak sama dengan kedatangan teknisi atau waktu pemulihan mesin.
Closure temuanTemuan jatuh tempo yang telah ditindaklanjuti dan diverifikasi.Finding register, quotation, approval, work order, hasil uji, dan closure.Owner dapat berada pada pelanggan, vendor, OEM, atau pihak lain.
Gangguan berulangKejadian dengan failure mode yang didefinisikan sama dalam periode tertentu.Breakdown log, diagnosis, part, kondisi operasi, dan RCA bila dilakukan.Jangan menyimpulkan akar masalah hanya dari kemiripan gejala.
DowntimeWaktu tidak tersedia menurut definisi operasi yang disepakati.Production log, machine status, work order, dan timestamp site.Perlu memisahkan planned shutdown, waiting approval/part, dan penyebab di luar scope.
Batas kontrak

Included dan excluded harus dapat dibaca tanpa asumsi

Dua penawaran dengan harga berbeda mungkin sebenarnya mempunyai cakupan berbeda. Periksa apakah masing-masing item dinyatakan termasuk, opsional, provisional, atau tidak termasuk.

Jangan diasumsikan otomatis termasuk

Semua kerusakan, overhaul, refurbish, atau modifikasi desain.
Semua suku cadang, consumable, freight, lifting, atau pekerjaan pihak ketiga.
Panggilan tanpa batas, 24/7, kedatangan dalam waktu tertentu, atau recovery guarantee.
Kalibrasi tersertifikasi, software proprietary, programming, atau pekerjaan wajib OEM.
Pekerjaan di luar jam normal, mobilisasi luar area, permit khusus, atau shutdown tambahan.

Wajib didefinisikan dalam penawaran

Daftar mesin, lokasi, jumlah, periode, frekuensi, dan kalender kunjungan.
Checklist, metode, pengujian, deliverable, format, dan waktu laporan.
Jam layanan, kanal laporan, klasifikasi, target, escalation, dan stop-clock.
Jasa, part, consumable, tools, transportasi, overtime, pajak, dan biaya tambahan.
Tanggung jawab akses, isolasi energi, keselamatan, utilitas, operator, OEM, dan approval.
Area layanan dan mobilisasi

Lokasi memengaruhi survey, jadwal, SLA, dan RAB

PT Mitra Solusindo Pratama berbasis di Bandung. Permintaan dari Bandung, Jawa Barat, luar kota, atau beberapa site dapat diajukan untuk ditinjau. Ketersediaan dan ketentuan mobilisasi dikonfirmasi berdasarkan scope, kompetensi, jadwal, akses, risiko, alat, serta kebutuhan personel.

Bandung dan sekitar

Kirim alamat site, jumlah mesin, kondisi, jam operasi, dan pilihan survey agar jadwal serta kebutuhan teknisi dapat ditinjau.

Jawa Barat

Mobilisasi, waktu perjalanan, alat, durasi pekerjaan, akomodasi bila diperlukan, dan response target perlu dihitung dalam scope.

Luar kota

Mulai dengan remote review atas asset list, foto, nameplate, gejala, manual, jadwal, serta kebutuhan site sebelum kunjungan diputuskan.

Multi-site

Sertakan daftar lokasi, mesin, criticality, window kerja, standar laporan, dan PIC per site untuk merancang kunjungan serta eskalasi.

Pengajuan lokasi bukan konfirmasi bahwa survey tersedia atau tanpa biaya. Ketentuan perjalanan, akomodasi, transportasi alat, minimum pekerjaan, jam layanan, dan target respons perlu disepakati sebelum jadwal dikunci.

Dasar penyusunan RAB AMC

Data yang membuat quotation lebih dapat dibandingkan

RAB awal dapat disusun dari data yang tersedia, tetapi ketelitian penawaran bergantung pada kualitas asset register, kondisi, akses, target layanan, dan kedalaman survey. Asumsi harus ditulis agar perubahan setelah inspeksi dapat dikelola.

Geser tabel ke kanan atau kiri untuk membaca semua kolom.

Kelompok data Informasi yang disiapkan Pengaruh terhadap RAB Jika belum tersedia
AsetMachine ID, merek, model, kapasitas, tahun, jumlah, lokasi, manual, dan drawing.Menentukan kelompok checklist, kompetensi, tools, part, serta effort.Mulai dengan foto mesin dan nameplate lalu susun register saat survey.
KondisiGejala, status operasi, riwayat kerusakan, repair, alarm, hasil ukur, dan temuan terakhir.Membedakan baseline preventive dari corrective backlog atau refurbish.Nyatakan keterbatasan data dan rencanakan as-found inspection.
OperasiJam kerja, pola shift, beban, criticality, production window, dan shutdown.Mempengaruhi frekuensi, jam teknisi, overtime, akses, serta risiko jadwal.Gunakan estimasi sementara dan validasi bersama operator/PIC.
CakupanKegiatan, frekuensi, visit, call-out, tools, consumable, part, test, dan laporan.Menentukan harga dasar, allowance, item optional, dan exclusion.Bandingkan beberapa opsi scope, bukan satu paket tanpa rincian.
SLAJam layanan, klasifikasi, kanal, acknowledgment, triage, on-site, escalation, dan stop-clock.Mempengaruhi kapasitas personel, standby, perjalanan, stock, dan biaya risiko.Mulai dari kebutuhan bisnis; jangan langsung menetapkan angka yang tidak realistis.
Lokasi dan HSEAlamat, akses, permit, induksi, APD, isolation, lifting, confined/high area, dan aturan site.Mempengaruhi mobilisasi, personel, waktu, alat, metode, dan dokumen.Lakukan pre-survey call dan siapkan site requirement sebelum kunjungan.
Proses kerja

Dari data awal hingga evaluasi kontrak

Tahapan aktual mengikuti kompleksitas proyek. Alur berikut menjaga agar scope, biaya, jadwal, keselamatan, hasil, dan perubahan dapat ditelusuri.

Brief awal

Kirim lokasi, asset list atau foto/nameplate, kondisi, tujuan, pola operasi, serta target kontrak.

Review data

Informasi diperiksa untuk menilai kebutuhan survey, kompetensi, alat, risiko, OEM, dan data yang kurang.

Survey / baseline

Identitas, kondisi, akses, hazard, shutdown, history, dan kebutuhan inspeksi dicatat sesuai scope survey.

Scope dan RAB

Asset, checklist, visit, SLA, deliverable, part, tanggung jawab, harga, serta exclusion dirinci.

Kickoff dan eksekusi

Kalender, PIC, komunikasi, izin, safety, change control, pekerjaan, test, dan laporan dijalankan.

Review dan perbaikan

Kinerja jadwal, temuan, insiden, part, backlog, risiko, dan perubahan aset dibahas secara periodik.

Survey / RAB AMC

Kirim data awal mesin kepada PT MSP

Isi informasi pokok yang sudah tersedia. Setelah tombol ditekan, browser akan membuka WhatsApp dengan pesan yang tersusun. Anda dapat memeriksa dan melengkapinya sebelum memilih untuk mengirim.

Target akan ditinjau dan bukan konfirmasi jadwal.
Kategori mesin yang akan diajukan
Data atau dokumen yang tersedia
Jangan menulis kata sandi, data pribadi sensitif, nomor rekening, atau informasi rahasia melalui form publik.
Pertanyaan umum

FAQ jasa maintenance mesin industri dan AMC

Apakah perusahaan harus mempunyai asset list sebelum meminta survey?

Tidak harus lengkap. Mulailah dari jumlah perkiraan, jenis mesin, lokasi, foto, dan nameplate yang tersedia. Survey dapat membantu memverifikasi identitas serta membangun asset register, tetapi kedalaman dan output survey perlu disepakati.

Apakah survey maintenance dikenakan biaya?

Ketentuannya bergantung pada lokasi, jumlah mesin, kedalaman pemeriksaan, alat, running test, personel, mobilisasi, dan laporan yang diminta. Biaya serta scope survey dikonfirmasi sebelum kunjungan dijadwalkan.

Apakah harga AMC sudah termasuk semua suku cadang?

Tidak otomatis. Part dan consumable hanya termasuk jika nama, spesifikasi atau kategori, jumlah atau allowance, mekanisme penggantian, serta batasnya tertulis dalam penawaran atau kontrak.

Apakah kontrak AMC menjamin mesin tidak mengalami breakdown?

Tidak. AMC membantu mengatur inspeksi, preventive work, dokumentasi, temuan, dan tindak lanjut untuk mengendalikan risiko. Breakdown tetap dapat terjadi karena kondisi aset, operasi, beban, lingkungan, part, kegagalan tersembunyi, atau faktor di luar scope.

Apakah layanan darurat dan target kedatangan otomatis termasuk?

Tidak. Jam layanan, kanal laporan, kelas prioritas, target acknowledgment, remote triage, target kehadiran, area, jumlah call-out, overtime, mobilisasi, dan biaya harus dicantumkan secara eksplisit.

Apakah PT MSP dapat menangani semua merek mesin?

Kelayakan perlu dinilai dari merek/model, sistem mekanikal dan kontrol, manual, kondisi, risiko, tools, software, spare part, serta kompetensi. Beberapa mesin dapat memerlukan OEM, specialist, atau perangkat proprietary.

Apakah mesin harus dihentikan selama maintenance?

Tergantung pekerjaan dan potensi bahayanya. Pemeriksaan atau pekerjaan tertentu membutuhkan penghentian, pengamanan, dan isolasi sumber energi sesuai prosedur serta kewenangan site. Kebutuhan shutdown dibahas saat perencanaan.

Apakah permintaan luar Bandung dapat diajukan?

Dapat diajukan untuk ditinjau. Ketersediaan, biaya dan waktu mobilisasi, akomodasi, transportasi alat, minimum pekerjaan, serta target respons dikonfirmasi berdasarkan lokasi dan scope; pengajuan tidak otomatis berarti jadwal tersedia.

Bagaimana cara memperoleh RAB AMC yang lebih akurat?

Siapkan asset list, foto/nameplate, lokasi, jam operasi, criticality, kondisi, riwayat, checklist existing, target kunjungan, SLA, part, laporan, shutdown, dan aturan HSE. Jika baseline belum cukup, mulai dengan survey kondisi.

Rujukan internal PT MSP

Lanjutkan ke halaman layanan dan artikel pendukung

Gunakan halaman layanan untuk pembahasan jasa dan CTA utama. Artikel edukasi membantu memahami perbedaan preventive, predictive, corrective, dan breakdown maintenance.

Jasa Maintenance Mesin Industri & Kontrak AMC PT MSP Bandung — halaman layanan utama untuk survey dan RAB AMC.
Maintenance atau Perawatan Mesin Berkala — penjelasan jenis dan tujuan maintenance.
Jasa Refurbish Mesin Bubut, Milling & Mesin Industri — kajian untuk scope rekondisi dan acceptance.
Dokumentasi Refurbish Mesin Milling F3 & F4, Mesin Bubut — referensi pekerjaan yang telah dipublikasikan PT MSP.
Tentang PT Mitra Solusindo Pratama — profil perusahaan dan informasi kontak.
Artikel ini adalah panduan untuk menyiapkan diskusi, survey, scope, SLA, dan RAB—bukan penawaran, kontrak, prosedur maintenance untuk mesin tertentu, jaminan kinerja, atau konfirmasi area/jadwal. Cakupan, harga, target, keselamatan, part, garansi, dokumen, dan tanggung jawab aktual ditetapkan dalam dokumen yang disepakati untuk setiap proyek.

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage