| Asset register | Data tersebar di spreadsheet, drawing, map, folder, dan ingatan personel. | Hierarki lokasi dan aset, atribut, relasi, dokumen, serta histori perubahan. | Waktu pencarian informasi berkurang dan keputusan memakai identitas aset yang sama. | Kelengkapan data, duplicate rate, waktu menemukan dokumen, jumlah aset tanpa owner. |
| Preventive schedule | Reminder manual; pekerjaan terlewat ketika PIC berganti atau beban breakdown meningkat. | Rencana, frekuensi, kalender, dan work order preventive yang dihasilkan dari konfigurasi. | Planner tidak membuat ulang daftar pekerjaan setiap periode dan due work lebih terlihat. | PM compliance, schedule attainment, overdue WO, exception karena shutdown atau material. |
| Checklist & evidence | Centang tanpa nilai aktual, foto, defect, acceptance, atau tindak lanjut. | Checklist per jenis aktivitas dan pencatatan hasil dalam eksekusi work order. | Hasil lebih konsisten dan temuan dapat diarahkan menjadi tindakan yang terlacak. | WO closure quality, field completeness, defect conversion, reopen rate, approval evidence. |
| Corrective maintenance | Laporan gangguan masuk lewat banyak kanal tanpa nomor, prioritas, atau status yang seragam. | Workflow pelaporan, review, assignment, prioritas, SLA, eksekusi, biaya, dan penutupan. | Respons lebih terarah serta tanggung jawab dan escalation dapat dilihat. | Response time, repair time, SLA compliance, repeat failure, aging corrective backlog. |
| Workload tim | Supervisor sulit melihat kapasitas, keterampilan, beban minggu depan, dan bottleneck. | Assignment tim, jadwal, status task, dan dashboard workload sesuai konfigurasi. | Pekerjaan dapat diseimbangkan; overtime dan antrean tidak direncanakan lebih cepat terlihat. | Planned hours versus capacity, overtime, backlog by trade, waiting time, wrench-time proxy. |
| Spare part & consumable | Pemakaian part tidak selalu terkait WO; stok dan kebutuhan mendatang sulit diproyeksikan. | Warehouse item, movement, serta material yang digunakan dalam aktivitas maintenance. | Pembelian darurat, stok mati, dan ketidakjelasan pemakaian dapat ditekan. | Stockout, emergency purchase, inventory turns, obsolete stock, material cost per asset. |
| Biaya & kontrak | Tenaga kerja, material, vendor, kontrak, dan downtime dilihat di laporan terpisah. | Pencatatan biaya, supplier, kontrak, purchase order, budget, waktu, dan material. | Budget dapat dibandingkan per site, kategori, aset, vendor, atau work order. | Maintenance cost per asset/output, budget variance, vendor response, planned/reactive cost. |
| GIS lokasi aset | Teknisi mencari aset dari deskripsi ruangan yang tidak konsisten atau denah statis. | Georeferensi, peta online, serta layout 2D yang dihubungkan ke asset card. | Navigasi dan identifikasi aset di kompleks, kampus, rumah sakit, atau multi-site lebih cepat. | Wrong-location WO, travel/search time, asset without coordinates, map data freshness. |
| BIM viewer | Model 3D dan data maintenance berjalan sendiri-sendiri atau hanya digunakan saat proyek. | Sinkronisasi data IFC dan tampilan aset pada model BIM sesuai mapping yang dikonfigurasi. | Tim dapat mengaitkan konteks bangunan, posisi, dan data aset bila modelnya valid. | IFC mapping coverage, orphan objects, model revision alignment, time to locate components. |
| Audit & improvement | Rekap memerlukan pengumpulan manual menjelang rapat, audit, atau renewal kontrak. | Report, dashboard, histori perubahan, kalender, task status, statistik, biaya, dan SLA. | Persiapan laporan berkurang dan review didasarkan pada data operasional yang sama. | Report preparation hours, data reconciliation issues, audit finding, action closure rate. |